Bentuk Kepedulian Lingkungan PT SGN PG Djatiroto Dan Kebun KSO Lumajang Raya Undang Masyarakat Sekitar

Bentuk Kepedulian Lingkungan PT SGN PG Djatiroto Dan Kebun KSO Lumajang Raya Undang Masyarakat Sekitar

Lumajang. Barometer99.com – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Djatiroto dan Kebun KSO Lumajang Raya sebagai wujud komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PG Djatiroto bersama Kebun Lumajang Raya dengan melaksanakan santunan kepada 50 fakir miskin di wilayah Persil Nyeoran, Desa Kaliboto Lor Kecamatan Jatiroto.

General Manager PG Djatiroto Fajar Lazuardi yang di wakili Kepala Keamanan PG Djatiroto Kompol (Pur) Slamet Riyadi menyampaikan kegiatan yang digelar itu juga mewakili General Manager Kebun KSO Lumajang Raya Owen Wilson. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja, sekaligus upaya mempererat hubungan yang harmonis melalui semangat kebersamaan dan saling berbagi.

“Perusahaan sejauh ini memperhatikan masyarakat yang ada di lingkungan, maka sebagai bentuk keharmonisan itu memberikan santunan kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan dan tidak mempunyai pendapatan dari mata pencarian,” ucap bapak yang dikenal humanis dengan masyarakat maupun pencari berita. Sabtu (27/06/2026).

Naiknya harga kebutuhan pokok yang terjadi akhir-akhir ini menjadi keluhan masyarakat utamanya dari mereka yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Aksi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Djatiroto dan Kebun KSO Lumajang Raya diharapkan dapat mengurangi keluhan masyarakat ekonomi lemah.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” kata Slamet kepada Efendi melalui seluler androidnya.

Melalui program TJSL, PG Djatiroto dan Kebun Lumajang Raya terus berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dilakukan bertepatan dengan bulan Muharram banyak keutamaan dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada hari Asyura Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS.

Baca Juga :  Nonton Bareng Argentina vs Austria, Kebersamaan TNI dan Rakyat Terus Terlihat

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”

Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari Asyura.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa hari Asyura merupakan momentum untuk mensyukuri nikmat dan pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

5. Momentum Memperbanyak Amal Saleh dan Muhasabah Diri

Bulan Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah. Sebagai awal tahun Hijriah, Muharram dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas kehidupan spiritual seorang Muslim.

Banyak ulama salaf memanfaatkan pergantian tahun Hijriah untuk memperbarui niat, memperbanyak taubat, dan menyusun target ibadah yang lebih baik. Hal ini menjadi bagian dari keutamaan bulan Muharram yang sering kali terlupakan oleh sebagian umat Islam.

Beberapa amal yang dianjurkan selama bulan Muharram antara lain:

Memperbanyak puasa sunnah.

Membaca Al-Qur’an setiap hari.

Memperbanyak istighfar dan dzikir.

Bersedekah kepada yang membutuhkan.

Menjalin silaturahmi.

Meningkatkan kualitas shalat wajib dan sunnah.

Memperbanyak doa dan taubat kepada Allah SWT.

Dengan memanfaatkan bulan Muharram secara optimal, seorang Muslim dapat memulai tahun Hijriah dengan semangat ibadah yang lebih baik.

Hikmah Besar di Balik Keutamaan Bulan Muharram

Terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik dari berbagai keutamaan bulan Muharram. Di antaranya adalah mengingatkan manusia tentang pentingnya ketaatan kepada Allah SWT, meningkatkan rasa syukur atas nikmat-Nya, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Muharram juga mengajarkan bahwa setiap awal yang baik harus dimulai dengan ibadah dan amal saleh. Sebagaimana umat Islam memulai hari dengan shalat Subuh, demikian pula tahun Hijriah sebaiknya dimulai dengan memperbanyak amal kebaikan.

Selain itu, keberadaan puasa Asyura mengajarkan pentingnya rasa syukur dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Baca Juga :  Kompak, TNI dan Warga Desa Pusar Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Ogan

Memahami keutamaan bulan Muharram merupakan langkah penting bagi setiap Muslim agar dapat mengisi bulan yang mulia ini dengan berbagai amal saleh. Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriah, tetapi juga bulan yang dimuliakan Allah SWT, memiliki puasa sunnah yang sangat utama, serta menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Dengan mengetahui berbagai keutamaan bulan Muharram, semoga umat Islam semakin termotivasi untuk memperbanyak ibadah, menjauhi kemaksiatan, serta memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah SWT berikan untuk meraih pahala dan keberkahan. Mari jadikan bulan Muharram sebagai awal yang baik untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menapaki kehidupan yang lebih bertakwa. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *