2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: Catatan Capaian Keberhasilan dan Program Prioritas Nasional
JAKARTA, Barometer99.com, (13/10/2026)— Memasuki periode dua tahun kepemimpinannya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan serangkaian perkembangan signifikan di berbagai sektor strategis. Berdasarkan rincian indikator program prioritas, implementasi Asta Cita, serta langkah penegakan hukum dan penguatan industri nasional, berikut adalah rangkuman capaian utama yang berhasil dihimpun:
1. Penegakan Hukum, Pemberantasan Korupsi, dan Penyelamatan Aset Negara
Sinergi antara aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mencatatkan penanganan sebanyak 43 kasus tindak pidana korupsi.
Penyelamatan Aset Fiskal: Total potensi kerugian keuangan negara yang berhasil disasar dari penanganan perkara korupsi tersebut mencapai Rp320,4 triliun.
Pemulihan Kawasan Hutan: Melalui instrumen Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), negara membukukan pengembalian denda administratif dan penguasaan kembali aset senilai Rp13,2 triliun atas lahan seluas 259.230 hektare.
2. Hilirisasi Industri dan Prestasi Olahraga Nasional
Di sektor industri dan olahraga, pemerintah terus mendorong nilai tambah komoditas serta peningkatan prestasi antarbangsa:
Ekspor Baterai EV Perdana: Peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dilakukan di kawasan IWIP, Maluku Utara, sebagai bagian dari paket 11 proyek hilirisasi bernilai Rp180 triliun (USD 10,2 miliar).
Prestasi Sepak Bola: Tim Nasional Indonesia mengukir sejarah baru dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Raihan ini menobatkan skuad Garuda sebagai King of ASEAN sekaligus menegaskan julukan mereka sebagai Raja Asia Tenggara.
3. Ketahanan Pangan dan Nutrisi Nasional
Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat:
Makan Bergizi Gratis: Disediakan 10.000 Dapur Umum untuk melayani pemenuhan gizi bagi 62 juta anak serta ibu hamil.
Stok Beras Nasional: Jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog tercatat mencapai 4,6 juta ton per Oktober 2026.
Perluasan Lahan: Ditetapkan target penambahan lahan panen padi seluas 4 juta hektare secara bertahap hingga tahun 2029.
4. Pemanfaatan Anggaran Pendidikan dan Layanan Kesehatan Dasar
Pemerintah mengalokasikan anggaran dan fasilitas pelayanan dasar untuk meningkatkan kualitas SDM:
Anggaran Pendidikan: Dialokasikan sebesar Rp757,8 triliun dalam rancangan RAPBN tahun anggaran 2026.
Rehabilitasi Sekolah: Pemanfaatan anggaran khusus sebesar Rp14 triliun difokuskan untuk merenovasi 71.744 ruang kelas yang mengalami kerusakan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Layanan Preventif Kesehatan: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menargetkan pelayanan bagi 72,7 juta warga di 10.200 Puskesmas.
5. Tata Kelola Regulasi dan Kemandirian Energi (Asta Cita Pilar 1 & 2)
Asta Cita 1 (Regulasi): Pelaksanaan kodifikasi dan digitalisasi dokumen regulasi berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) dari tingkat pusat hingga daerah.
Asta Cita 2 (Energi): Komersialisasi Biodiesel B50 dimulai untuk menekan volume impor solar, dengan proyeksi penghematan devisa hingga Rp170 triliun.
Asta Cita 2 (Pertanian): Pengembangan program cetak sawah rawa di Merauke dan Kalimantan Tengah, serta pelaksanaan ekspor beras ke Malaysia dan Arab Saudi.
6. Investasi dan Ketenagakerjaan (Asta Cita Pilar 3 & 5)
Asta Cita 3 (Tenaga Kerja): Pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) berbasis kecerdasan buatan (AI) memicu penyerapan 1,45 juta tenaga kerja baru.
Asta Cita 5 (Komoditas): Penerapan regulasi wajib pemurnian penuh komoditas mentah (minerba) di fasilitas smelter dalam negeri.
Asta Cita 5 (Manajemen BUMN): Penataan tata kelola operasional BUMN sektor energi, pertambangan timah, dan pupuk dilakukan guna mengoptimalisasi dividen negara.
7. Indikator Sosial, Penegakan Hukum, dan Lingkungan (Asta Cita Pilar 6, 7, & 8)
Asta Cita 6 (Sosial): Persentase kemiskinan nasional berhasil ditekan ke angka 8,07%, diiringi peresmian 100 Kampung Nelayan berbasis energi surya.
Asta Cita 7 (Penegakan Hukum): Penyelamatan aset keuangan negara senilai Rp13,2 triliun hasil dari penyitaan lahan kelapa sawit ilegal.
Asta Cita 8 (Lingkungan): Pengintegrasian target penurunan emisi karbon jangka panjang ke dalam dokumen resmi RPJMN.












