Labuhan Larung Sesaji Pantai Pasir Panjang Kedungsalam Berlangsung Khidmat
Malang, Barometer99.com – Tradisi budaya Labuhan/Larung Sesaji kembali digelar dengan penuh khidmat di Pantai Pasir Panjang, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki, keselamatan, serta harapan agar para nelayan senantiasa diberikan perlindungan saat melaut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok nelayan, hingga paguyuban masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dansatrad TNI AU 406 Ngliyep Letkol Lek Hendrawan Candra P., S.T., M.T., Sekcam Donomulyo Yulianto beserta staf, Aiptu Hendri S., S.H. mewakili Kapolsek Donomulyo, Aiptu Suwito selaku Bhabinkamtibmas Desa Kedungsalam, Serda Dwi Arno mewakili Danramil 0818-11 Donomulyo, Arifin selaku Ketua KTH Donomulyo, Kepala Desa Kedungsalam Misdi beserta perangkat desa, Paguyuban Purwo Laras, Paguyuban Pedagang Pantai Pasir Panjang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat Desa Kedungsalam, serta Paguyuban Nelayan Pantai Pasir Panjang Ngliyep.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara Larung Sesaji yang berlangsung dengan suasana khidmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Kedungsalam, Misdi, yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir, sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekcam Donomulyo, Yulianto, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi Larung Sesaji tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata yang berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Memasuki acara inti, sesaji yang telah dipersiapkan kemudian diarak menuju bibir Pantai Pasir Panjang sebelum dibawa ke tengah laut menggunakan perahu nelayan. Prosesi Labuhan atau Larung Sesaji dilaksanakan dengan melepaskan sesaji ke Laut Selatan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang telah diberikan serta doa agar masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, senantiasa memperoleh keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas mencari nafkah.
Usai prosesi larung, seluruh peserta mengikuti acara tasyakuran yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kedungsalam.
Kegiatan Labuhan/Larung Sesaji di Pantai Pasir Panjang berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini diharapkan terus lestari sebagai kekayaan budaya bangsa sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Malang.
Eko Ratri Iswanto












