ACEH UTARA, Barometer99.com – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, akan diselesaikan sesuai jadwal sehingga akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir bandang dapat segera kembali normal.
Kapolda menekankan bahwa seluruh proses pembangunan harus mengikuti standar teknis dan target waktu yang telah ditetapkan. Selain memastikan progres pembangunan, kunjungan ini juga dilakukan untuk mengecek kesiapan operasional dan respons cepat jajaran Brimob dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh saat meninjau langsung pekerjaan pembangunan jembatan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Jumat, 20 Februari 2026.
Bagian dari Asistensi dan Pengawasan
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian asistensi dan pengawasan agar percepatan pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang pada 26 November 2025 dapat berjalan optimal.
Sekitar pukul 09.15 WIB, Helikopter Polri tipe AW 169 yang membawa rombongan Kapolda Aceh mendarat di Lapangan Sepak Bola Desa Sawang. Rombongan kemudian bergerak menuju lokasi Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, yang menghubungkan Desa Lhok Cut dengan Blang Cut, Gunci, dan Kubu.
Di lokasi, Kapolda Aceh memastikan progres pekerjaan yang dilaksanakan personel Brimob Polri berjalan sesuai tahapan. Pengawasan ini dilakukan agar jembatan dapat segera difungsikan kembali demi kelancaran mobilitas masyarakat.
Tinjau Pembangunan di Riseh Tunong
Peninjauan dilanjutkan ke Desa Riseh Tunong, tepatnya di titik pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan desa tersebut dengan Dusun Cot Calang. Dua jembatan di lokasi berbeda itu sebelumnya putus total akibat diterjang banjir bandang, sehingga menghambat kegiatan sehari-hari warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan dan Para Geuchik
Camat Sawang, Mazinuddin, S.Sos., bersama para geuchik dari desa terdampak, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polri dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut. Mereka menyebut keberadaan Jembatan Bailey sangat vital sebagai penghubung antar desa sekaligus penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat.
Pejabat yang Mendampingi
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, antara lain:
– Dansat Brimob Polda Aceh
– Karolog Polda Aceh
– Direskrimsus Polda Aceh
Selain itu hadir Kapolres Lhokseumawe, pejabat utama Polres Lhokseumawe, Camat Sawang, serta para geuchik desa-desa terdampak banjir.












