Ayah dan Anak di Bima Tewas Tersengat Listrik Saat Cor Tiang Rumah

Ayah dan Anak di Bima Tewas Tersengat Listrik Saat Cor Tiang Rumah

Bima, Barometer99.com – Tragedi maut menimpa seorang ayah dan anak di Dusun Benteng, Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/5/2026). Keduanya meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat bekerja sebagai tukang bangunan pada proyek renovasi rumah warga.

 

Korban diketahui bernama Arifin alias Tomas (60) dan putranya, Ardiansyah (26), warga Desa Runggu. Peristiwa itu terjadi ketika keduanya bersama dua pekerja lainnya tengah melakukan pengecoran tiang pondasi rumah atau cakar ayam.

 

Sekretaris Desa (Sekdes) Ngali, Asrin, mengatakan insiden bermula saat Ardiansyah sedang memasang tiang pilar bangunan. Diduga, besi cor yang digunakan menyentuh seng yang telah dialiri arus listrik akibat kabel terkelupas.

 

“Korban pertama, Ardiansyah, saat itu menyentuhkan besi cor ke seng yang sudah dialiri arus dari kabel listrik yang terluka,” ujar Asrin saat dikonfirmasi.

 

Menurutnya, sengatan arus listrik langsung mengenai tubuh Ardiansyah hingga membuatnya tidak berdaya di lokasi kejadian.

 

Melihat putranya tersengat arus listrik, Arifin secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Naluri seorang ayah membuatnya bergegas menarik tubuh sang anak agar terlepas dari aliran listrik tersebut.

 

Namun upaya penyelamatan itu justru berujung petaka. Arifin ikut tersambar arus listrik berkekuatan tinggi hingga keduanya terjatuh dan terkapar di lokasi proyek di hadapan rekan kerja mereka.

 

“Ada kawat cakar ayam yang bengkok dan menyentuh seng tetangga. Seng itu tersentuh kabel yang sudah terluka, sehingga arus listrik merambat ke besi cor,” jelas Asrin.

 

Dua pekerja lainnya kemudian berupaya memutus aliran listrik sebelum mengevakuasi kedua korban. Arifin dan Ardiansyah sempat dilarikan ke Puskesmas Ngali menggunakan kendaraan warga dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Kabur ke Pulau Sumbawa, Residivis Curanmor Akhirnya Dibekuk Tim Resmob Polresta Mataram

 

Tim medis sempat melakukan penanganan darurat terhadap kedua korban. Namun akibat luka bakar serius dan dampak sengatan listrik yang cukup lama, nyawa ayah dan anak tersebut tidak berhasil diselamatkan.

 

“Pihak Puskesmas menyatakan keduanya meninggal dunia setelah menjalani penanganan darurat,” katanya.

 

Peristiwa itu sontak mengundang duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Aparat setempat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bekerja di sekitar instalasi listrik guna menghindari kejadian serupa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *