Maluku Utara (25/02/26), Barometer99.com – Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional unsur tempur laut, Satuan Kapal Patroli jajaran Armada III melaksanakan latihan melewati medan ranjau di perairan Maluku Utara. Dua unsur TNI Angkatan Laut, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, dituntut menunjukkan ketelitian navigasi dan kecermatan manuver dalam menghadapi skenario perairan yang disimulasikan sebagai area sebaran ranjau musuh, (23/02).
Latihan diawali dengan perencanaan taktis dan plotting jalur aman berdasarkan data navigasi yang tersedia. Setiap perwira jaga dan tim anjungan melaksanakan prosedur pengamatan intensif serta perhitungan kecepatan dan haluan secara presisi. Dalam kondisi tersebut, kesalahan sekecil apa pun dapat berimplikasi fatal, sehingga koordinasi antarbagian di dalam kapal menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan latihan.
Saat memasuki sektor yang disimulasikan sebagai medan ranjau, kedua kapal melaksanakan pola manuver taktis dengan perubahan haluan terukur guna menghindari potensi ancaman bawah air. Prosedur pengamanan alur dilaksanakan sesuai doktrin operasi, mencerminkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi ancaman peperangan laut modern yang menuntut ketenangan, disiplin, dan akurasi tinggi.
Memasuki serial berikutnya, alarm Gong Pukul Satu dibunyikan sebagai tanda terdeteksinya kontak udara tidak dikenal. Seluruh prajurit segera menempati pos tempur, mengoperasikan sistem persenjataan sesuai prosedur, serta melaksanakan identifikasi dan pelaporan cepat kepada komando atas sebagai bagian dari mekanisme pertahanan berlapis.
Latihan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis pengawak kapal, tetapi juga membangun naluri tempur serta kesiapan mental prajurit dalam menghadapi situasi berisiko tinggi di laut. Penguasaan prosedur lintas medan ranjau menjadi salah satu kemampuan penting dalam mendukung operasi laut, serta sigap menghalau ancaman langit, khususnya di wilayah perairan strategis yang memiliki potensi ancaman asimetris.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Panglima Armada III untuk meningkatkan kesiapan operasi melalui kesiapan unsur dan pembinaan sumber daya manusia yang profesional. Dengan latihan yang terencana dan berkelanjutan, setiap unsur di jajaran Armada III diharapkan senantiasa siap digerakkan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.
(Tim Dispen Armada III/Red)












