Semangat Tak Kenal Usia: Pak Darto dan Satgas TMMD 130 Ukir Karya di Lereng Desa Taji

Semangat Tak Kenal Usia: Pak Darto dan Satgas TMMD 130 Ukir Karya di Lereng Desa Taji

MALANG, Barometer99.com — Rambutnya yang memutih dan guratan usia di wajahnya tak sedikit pun mengikis semangat Pak Darto. Di usianya yang tak lagi muda, warga Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung ini tetap menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dalam membentengi desanya dari ancaman tanah longsor, 14/10/2026.

Mengenakan rompi oranye dan topi kesayangannya, jemari Pak Darto masih tampak begitu lihai menata satu per satu batako pada pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) sepanjang 9 meter dengan tinggi 2 meter. Di sisinya, para personel Satgas TMMD ke-130 TA. 2026 Kodim 0818/Malang-Batu mendampingi dengan penuh takjub dan bangga atas dedikasi sesepuh desa tersebut. (13/10/2026)

Pemandangan di lokasi pengerjaan DPT Dusun Krajan hari itu menjadi bukti nyata betapa semangat gotong royong di Desa Taji tak lekang oleh waktu. Kehadiran Pak Darto yang bekerja tanpa kenal lelah menjadi suntikan moral dan motivasi tersendiri bagi para prajurit TNI muda yang bertugas.

Dengan cetok di tangan dan senyum hangat yang menyungging di bibirnya, Pak Darto sigap meratakan adukan semen sebelum menempatkan bata pada posisinya.

“Mumpung masih ada tenaga dan ada bapak-bapak TNI yang datang jauh-jauh membantu desa kita, saya tentu tidak boleh kalah semangat. Pembangunan DPT ini untuk keselamatan dan kebaikan desa kita bersama ke depan,” tutur Pak Darto di sela-sela kegiatannya dengan wajah berpeluh namun penuh kebahagiaan.

DPT setinggi 2 meter dan panjang 9 meter ini dibangun untuk mengamankan struktur tanah di Dusun Krajan agar tidak tergerus air saat musim hujan. Namun lebih dari sekadar fisik bangunan, momen pengerjaan bersama ini menjadi ruang lahirnya kemanunggalan TNI dan rakyat yang begitu hangat.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya Hadiri Pengajian Ramadhan di kantor BNI Cabang Palembang

Kapten dan para anggota Satgas TMMD 130 tampak saling melengkapi dengan warga. Gelak tawa dan gurauan ringan kerap terdengar di sela riuh suara sendok semen dan cangkul, mencairkan lelah di bawah terik matahari perbukitan Taji.

Eko Ratri Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *