Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, Publik Tuntut Evaluasi Pejabat di Tengah Komitmen Ketat Presiden Prabowo
JAKARTA, Barometer99.com — Kasus dugaan korupsi dana penanggulangan bencana yang menyeret oknum di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memicu gelombang kritik serta kemarahan publik. Kekecewaan ini kian memuncak di tengah berbagai musibah dan situasi darurat yang sedang dihadapi oleh masyarakat.
Dalam video yang beredar, tampak penekanan atas pentingnya penyaluran bantuan secara cepat dan tepat bagi wilayah yang terdampak bencana, seperti di Kalimantan. Namun, dugaan praktik penyelewengan dana bantuan serta Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pihak di lingkungan BNPB dinilai mencoreng integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga penanggulangan bencana tersebut.
Kondisi ini memicu desakan luas agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh serta mencopot pejabat yang terbukti bertanggung jawab. Publik menilai penanganan dana kemanusiaan harus dikelola secara bersih dan akuntabel.
Menanggapi isu penanganan bencana dan pengawasan anggaran, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menegaskan bahwa dana untuk penanggulangan bencana tidak boleh dikorupsi atau disalahgunakan. Beliau menyampaikan bahwa anggaran penanganan bencana bersumber dari efisiensi serta penyelamatan uang negara dari praktik korupsi, sehingga pemanfaatannya wajib dikelola secara jujur dan transparan demi kepentingan rakyat yang sedang menghadapi musibah.












