WALHI Ungkap 52 Perusahaan Afiliasi Malaysia dan Singapura Terindikasi Karhutla 2026, Presiden Prabowo Siap Ambil Tindakan Tegas
JAKARTA, Barometer99.com — Di tengah gelombang protes dan keluhan dari warganet serta figur publik luar negeri—khususnya Malaysia dan Singapura—terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), fakta baru terungkap ke publik. Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), sebanyak 52 korporasi yang berafiliasi dengan Malaysia dan Singapura terindikasi kuat terlibat dalam kasus karhutla tahun 2026.
Temuan WALHI tersebut mencatat ada sekitar 372 perusahaan terindikasi, dengan total luas area terbakar mencapai 895.000 hektare serta berdampak pada 850.614 jiwa yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Temuan penting ini telah diserahkan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk diteruskan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun sebagian netizen dari negara tetangga kerap melayangkan protes di media sosial dan menyalahkan pemerintah Indonesia serta Presiden Prabowo, data menunjukkan bahwa perusahaan yang terhubung dengan negara mereka sendiri turut menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas tanpa pandang bulu terhadap korporasi manapun, termasuk perusahaan asing yang terbukti terlibat dalam pelanggaran hukum lintas batas terkait karhutla.












