Transparansi Dana Desa: Presiden Prabowo Soroti Penggunaan Anggaran dan Capaian Pembangunan Infrastruktur
JAKARTA, Barometer99.com, (12/10/2026) – — Presiden Prabowo Subianto menyoroti secara tajam efektivitas dan transparansi penggunaan dana transfer ke daerah yang telah digelontorkan ke setiap desa selama 10 tahun terakhir. Dengan alokasi dana sebesar Rp1 miliar per desa setiap tahunnya, Presiden mempertanyakan komitmen dan realisasi pembangunan di tingkat lokal, khususnya infrastruktur dasar seperti jembatan.
“Dana sudah kita turunkan ke tiap desa 1 miliar selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah banyak,” kata Presiden Prabowo. “Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta, ada yang Rp500 juta. Yang paling panjang paling Rp1,4 miliar, Rp1,5 miliar, bisa dibayar 3 kali. Ke mana uang itu?” tanyanya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin kritis dan paham atas pengalokasian dana tersebut, sehingga tidak boleh ada lagi pihak yang mencoba bersilat kata atau menutupi ketidakberesan pengelolaan anggaran.
“Saya kira sudah saatnya jangan main gertak-gertak deh. Rakyat kita pintar, rakyat di desa itu tahu siapa yang lakukan,” tegas Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah terus memacu pembangunan infrastruktur agar konektivitas antar-desa makin terhubung secara nyata. Dalam waktu satu tahun, sejumlah hasil konkret telah berhasil direalisasikan:
Jembatan Desa: Sebanyak 3.395 jembatan telah selesai dibangun, dengan target total mencapai 5.000 jembatan desa pada akhir tahun 2026.
Titik Air Bersih: Pada 8 bulan pertama tahun 2026, lebih dari 3.000 titik air bersih desa telah dibangun bekerja sama dengan jajaran TNI.
Melalui pengawasan ketat terhadap program The Village Fund (Dana Desa), pemerintah berkomitmen memastikan setiap rupiah dana transfer benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di seluruh pelosok desa.












