Prabowo Resmikan Proyek Hilirisasi Nikel di Weda Bay, Lepas Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik
HALMAHERA, MALUKU UTARA l, (8/10/2026), Barometer99.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan sejumlah proyek hilirisasi nikel sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara.
Peresmian tersebut menandai pengembangan 11 ekosistem industri hilirisasi nikel yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari bahan baku baterai, aluminium, energi surya, hingga industri kendaraan listrik.
Dari 11 proyek tersebut, sebanyak empat proyek telah memasuki tahap operasional dan komersial. Keempatnya yakni PT Blue Sparking Energy, PT REPT Battero Indonesia, PT Pioneer Aluminium Industries, dan PT XCMG Indonesia Manufacturing.
Sementara itu, tujuh proyek lainnya memasuki tahap pembangunan atau groundbreaking. Proyek-proyek tersebut dikembangkan untuk memperkuat rantai pasok industri hilirisasi, khususnya pada sektor bahan baku baterai, aluminium, energi surya, hingga kendaraan listrik.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik, yang menjadi salah satu penanda berkembangnya kapasitas industri pengolahan mineral dan manufaktur berbasis hilirisasi di Indonesia.
Pengembangan ekosistem industri tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperluas aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing dan ekspor Indonesia.
Kawasan Industri Weda Bay menjadi salah satu kawasan yang terus dikembangkan sebagai pusat industri berbasis pengolahan mineral dan manufaktur. Dengan bertambahnya proyek pada berbagai sektor, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem industri yang terintegrasi dari pengolahan bahan baku hingga menghasilkan produk bernilai tambah.
Peresmian dan dimulainya pembangunan proyek-proyek tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global, khususnya pada sektor kendaraan listrik dan energi baru.












