Barometer99.com, GRESIK – Seorang ibu mendatangi SPKT Polsek Manyar sambil menangis. Ia mengaku diteror dan diperas oleh seseorang yang mengaku debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Aksi ibu itu menarik perhatian Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang kebetulan sedang kunjungan kerja di Polsek Manyar, Rabu (7/10/2026).
Melihat pelapor menangis di ruang SPKT, Kapolres langsung turun tangan dan mengarahkan laporan agar ditangani serius di Polres Gresik.
“Kebetulan yang dilaporkan terkait pinjol. Kami melihat langsung ibu-ibu sedang menangis di SPKT Polsek Manyar,” ujar AKBP Ramadhan di Mapolres Gresik.
Dari keterangan awal, korban mengaku diancam akan disebar data pribadi dan foto syur. Padahal, foto tersebut bukan miliknya.
“Kami cek langsung, memang ada pemerasan dan ancaman dari nomor yang mengaku dari pinjaman,” tegasnya.
Tak hanya mengancam, pelaku juga diduga memeras korban. Korban mengaku sudah beberapa kali mentransfer uang dengan total Rp2,9 juta hingga Rp3 juta.
Saat ini, Satreskrim Polres Gresik tengah menyelidiki identitas pelaku dan rangkaian pemerasan tersebut.
“Karena saya dan Kapolsek melihat langsung masyarakat menangis di penjagaan SPKT, kami langsung berinisiatif mengantar pelapor ke Polres Gresik untuk ditangani langsung di SPKT,” jelasnya.
Kapolres menegaskan pihaknya serius mendalami kasus ini agar tidak ada korban lain.
“Saat ini kami sedang melaksanakan penyelidikan, mudah-mudahan segera terungkap supaya tidak ada korban lainnya di Gresik khususnya,” pungkasnya.
Polres Gresik mengimbau masyarakat yang mengalami teror serupa segera melapor ke layanan 110 atau Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (Red)












