FIFA ASEAN Cup 2026 Ditutup, Gianni Infantino Apresiasi Kemajuan Sepak Bola Indonesia
JAKARTA, Barometer99.com — Penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum istimewa bagi Indonesia. Closing Ceremony ajang sepak bola kawasan Asia Tenggara tersebut turut disaksikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.
Indonesia dinilai berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah sekaligus menghadirkan atmosfer sepak bola yang memperlihatkan antusiasme besar masyarakat terhadap olahraga paling populer di dunia tersebut.
Momentum tersebut semakin bermakna setelah Gianni Infantino menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Infantino usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Infantino menilai sepak bola Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Perkembangan positif itu terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola, investasi, kompetisi, hingga pembinaan pemain usia muda.
Performa Tim Nasional Indonesia, baik pada kelompok usia muda maupun senior, juga dinilai menunjukkan fondasi sepak bola nasional yang semakin kuat.
Selain perkembangan sepak bola Indonesia, pembahasan dalam pertemuan tersebut turut menyoroti pengembangan sepak bola di kawasan ASEAN. Kolaborasi antara Indonesia, FIFA, dan negara-negara di kawasan diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem sepak bola regional.
Infantino juga menilai Indonesia memiliki peluang untuk kembali menjadi tuan rumah berbagai ajang FIFA pada masa mendatang. Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan kesiapan Indonesia dalam menggelar event sepak bola internasional.
Momentum penutupan turnamen tersebut sekaligus menjadi apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari FIFA, negara peserta, para pemain, suporter, panitia penyelenggara, hingga masyarakat Indonesia.
Indonesia pun menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah penyelenggaraan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sepak bola antarnegara ASEAN serta memperlihatkan potensi Indonesia di panggung sepak bola internasional.












