Prajurit TNI-AD dan Warga, Bersama-sama Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Yaba Maru Merauke

Prajurit TNI-AD dan Warga, Bersama-sama Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Yaba Maru Merauke

Merauke, Papua Selatan, Barometer99.com – Kepedulian dan semangat gotong-royong kembali ditunjukkan Prajurit TNI AD bersama Masyarakat dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi sekitar pukul 14.35 WIT di area Kampung Yaba Maru (SP-9), Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sabtu (3/10/2026).

Mengetahui adanya kebakaran, Babinsa Kampung Yabamaru Koramil 1707-02/Merauke Kodim 1707/Merauke Kopka Yosep Emanuel, bersama warga segera bergerak melakukan upaya pemadaman. Dengan peralatan seadanya, Prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu berusaha membatasi kobaran api sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat melalui rumput kering, sementara upaya pemadaman sempat terkendala keterlambatan armada karena kesulitan memperoleh sumber air.

Semangat kebersamaan tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 17.42 WIT, 2 unit mobil Damkar Kodam XXIV/Mandala Trikora tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam upaya pemadaman. Selanjutnya, mobil Damkar bertambah dari Brigif 83/Bugodi, Yonif TP 801/NAY, Yonif TP 802/WMJ, serta Kodim 1707/Merauke. Kehadiran Prajurit TNI AD bersama masyarakat di tengah kepulan asap dan kobaran api menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Setelah berjibaku beberapa jam, api berhasil dipadamkan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun Gedung Kesenian Kampung Yaba Maru yang merupakan bangunan lama dan kosong hangus terbakar, dan lahan kas kampung yang terdampak mencapai 3 hektare. Berkat kerja sama dan sinergitas TNI bersama masyarakat, kobaran api yang cukup besar dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Kopka Yosep Emanuel mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan dengan alasan apa pun. Menurutnya, kondisi lahan yang kering serta tiupan angin kencang membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi menimbulkan kerugian besar dan dapat membahayakan banyak orang.

Baca Juga :  Anjangsana ke Pengrajin Kayu, Babinsa Kemusu Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *