Jejak Suyudi Ario Seto di BNN, Dari Pengembangan Kasus 2 Ton Sabu Hingga Kini Jadi Kapolri
JAKARTA, Barometer99.com — Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sempat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom.
Salah satu perkara besar yang menjadi catatan dalam periode kepemimpinan Suyudi di BNN adalah pengembangan kasus penyelundupan sekitar dua ton sabu melalui kapal Sea Dragon Tarawa di perairan Kepulauan Riau.
Namun, berdasarkan catatan BNN dan pemberitaan ANTARA, pengungkapan awal kasus tersebut dilakukan pada Mei 2025, sebelum Suyudi menjabat sebagai Kepala BNN. Saat itu BNN masih dipimpin Marthinus Hukom. Tim gabungan BNN, Bea Cukai, TNI AL, dan unsur terkait mengamankan kapal Sea Dragon Tarawa serta menemukan sekitar 2,1 ton sabu.
Perkara tersebut kemudian terus dikembangkan. Pada Desember 2025, saat Suyudi menjabat Kepala BNN, aparat berhasil menangkap Dewi Astutik, buronan internasional yang disebut terkait dengan jaringan penyelundupan dua ton sabu tersebut. Penangkapan dilakukan di Sihanoukville, Kamboja, melalui kerja sama dengan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, dan BAIS TNI.
Selain pengembangan kasus tersebut, BNN di bawah kepemimpinan Suyudi juga mencatat sejumlah hasil pemberantasan narkotika sepanjang 2025. Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada Februari 2026, Suyudi menyampaikan bahwa BNN mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika sepanjang 2025, membongkar 63 jaringan terorganisasi, serta menangkap 1.214 orang.
BNN juga menyita berbagai jenis barang bukti narkotika, termasuk 4,01 ton sabu. Suyudi menyebut pengungkapan dua ton sabu di Kepulauan Riau melalui kapal Sea Dragon Tarawa dan penangkapan buronan Interpol Dewi Astutik sebagai dua kasus menonjol dalam capaian BNN sepanjang 2025.
Kini, pengalaman Suyudi dalam memimpin BNN menjadi bagian dari rekam jejaknya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dengan pengalaman tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah Suyudi dalam membawa agenda pemberantasan narkotika ketika memimpin Polri, termasuk penguatan kerja sama antara Polri, BNN, dan lembaga terkait dalam menghadapi jaringan narkotika lintas daerah maupun lintas negara.
#SuyudiArioSeto #Kapolri #BNN #Polri #Narkotika #SeaDragonTarawa #PemberantasanNarkoba












