Erdogan Telepon Prabowo, Bahas Perdagangan dan Industri Pertahanan hingga Undangan COP31 di Antalya
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden Republik Türkiye Recep Tayyip Erdoğan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Senin, 28 September 2026.
Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Türkiye, sekaligus bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Presiden Erdoğan menyampaikan apresiasinya terhadap solidaritas yang terjalin antara Türkiye dan Indonesia di berbagai forum internasional. Menurut Erdoğan, keberlanjutan solidaritas kedua negara akan memberikan manfaat bagi Türkiye maupun Indonesia.
Selain membahas hubungan bilateral, Erdoğan juga menekankan pentingnya terus meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Dua sektor yang menjadi perhatian khusus adalah perdagangan dan industri pertahanan.
Erdoğan menyampaikan bahwa Türkiye akan terus mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang tersebut. Penguatan industri pertahanan menjadi salah satu bagian penting dalam hubungan kedua negara yang terus dikembangkan.
Pembicaraan kedua presiden juga mencakup sejumlah isu strategis di tingkat kawasan dan global. Komunikasi langsung antara kedua pemimpin tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan bilateral serta memperluas kerja sama Indonesia-Türkiye.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Erdoğan secara langsung mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri COP31 Leaders’ Summit yang akan digelar di Antalya, Türkiye.
Undangan tersebut menambah agenda kerja sama kedua negara yang tidak hanya mencakup sektor ekonomi dan pertahanan, tetapi juga keterlibatan dalam forum internasional terkait perubahan iklim.
Dengan komunikasi tingkat tinggi tersebut, hubungan Indonesia dan Türkiye terus menjadi perhatian dalam pengembangan kerja sama di berbagai bidang, khususnya perdagangan, industri pertahanan, serta isu-isu strategis global.
Sumber utama: Direktorat Komunikasi Republik Türkiye dan ANTARA.












