Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Produktivitas UMKM Oleh-Oleh Maya di Kabupaten Sorong

Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Produktivitas UMKM Oleh-Oleh Maya di Kabupaten Sorong

Sorong, Papua Barat Daya, Barometer99.com – Upaya meningkatkan produktivitas usaha berbasis pangan lokal terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026, tim pelaksana dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong menerapkan mesin pengiris ubi-ubian semi otomatis pada UMKM “Oleh-Oleh Maya” di Distrik Klaru, Kabupaten Sorong, provinsi Papua Barat Daya, Senin (17/08/26).

Program ini berlangsung hingga Desember 2026 dan telah di mulai sejak 10 Mei 2026, mengawali kegiatan nya yang dilakukan oleh tim dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong yang diketuai oleh Dr. Indra Irjani Dewijanti, S.P., M.P., bersama anggota pelaksana Sitti Hadija Samual, S.P., M.Si., dari Program Studi Agribisnis, dan Ratih Arum Astuti, M.Farm., dari Program Studi Farmasi, serta anggota mahasiswa Lukman Fatoni dari Program Studi Agribisnis dan Tiara Bunga Firdaus dari Program Studi Bisnis Digital.

UMKM “Oleh-Oleh Maya” merupakan salah satu usaha yang mengolah komoditas pangan lokal seperti ubi jalar, ubi kayu, dan talas menjadi produk olahan. Sebelum adanya penerapan teknologi, proses pengirisan bahan baku masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat proses produksi membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan irisan yang kurang seragam.

Melihat kondisi tersebut, tim Program Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan mesin pengiris ubi-ubian semi otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi mitra. Mesin menggunakan motor listrik berdaya 200 watt, sistem transmisi puli dan sabuk, serta menggunakan material stainless steel food grade pada bagian yang bersentuhan langsung dengan bahan pangan. Ketebalan irisan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk.

Tidak berhenti pada penyediaan alat, program juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan. Mitra diberikan pemahaman mengenai pengoperasian, perawatan, keselamatan penggunaan mesin, serta penyusunan prosedur kerja agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Berkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional

Penerapan mesin memberikan perubahan nyata pada proses produksi. Kapasitas produksi yang sebelumnya berada pada kisaran 15-20 kilogram per hari meningkat menjadi sekitar 45-60 kilogram per hari. Waktu pengirisan juga dapat dipangkas hingga sekitar 70-80 persen. Selain itu, hasil irisan menjadi lebih seragam sehingga membantu menjaga konsistensi kualitas produk.

Dampak program tidak hanya terlihat dari peningkatan kapasitas produksi. Efisiensi proses juga membantu mengurangi limbah bahan baku dan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola kegiatan produksi.

Pendampingan juga diarahkan pada penguatan manajemen usaha, pengemasan, pencatatan usaha, dan pemasaran.

Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian dalam program ini. Tim menyerahkan panduan operasional dan perawatan mesin kepada mitra serta membantu menyusun SOP penggunaan alat. Mitra juga telah menetapkan. penanggung jawab internal untuk pengoperasian dan pemeliharaan mesin sehingga teknologi dapat terus digunakan setelah program selesai.

Penerapan teknologi tepat guna tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas dan daya saing UMKM “Oleh-Oleh Maya” sekaligus mendorong pemanfaatan komoditas pangan lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sorong.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *