Ketua APTRI Lumajang Motori Pemulihan Irigasi Yang Menyebabkan Ribuan Ha Kekurangan Air

Ketua APTRI Lumajang Motori Pemulihan Irigasi Yang Menyebabkan Ribuan Ha Kekurangan Air

Barometer99.com – Ribuan hektar (ha)lahan pertanian di Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang Jawa Timur menjadi kendala dalam mendukung Nawa Cita Presiden Prabowo dalam program ketahanan pangan, akibat saluran irigasi sepanjang lebih kurang 50 meter di wilayah Desa Tempeh Kidul terdampak lahar Gunung Semeru beberapa tahun silam sebagai akibatnya.

Kini dengan upaya swadaya petani yang dimotori Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Haji Didik Purwanto bersama Kepala Desa Tempeh Kidul Sunjoto yang didukung oleh kelompok tani diharapkan mampu memulihkan aliran seperti semula.

Dikatakan Ketua APTRI Lumajang Didik Purwanto, masyarakat petani merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman berbagai jenis seperti padi, jagung, kedelai, tembakau, tebu, cabe dan lainnya dalam jangka tiga tahun lebih. Penanganan pernah dilakukan swadaya sebelumnya namun gagal, kini dengan adanya komunikasi dengan Kepala Desa Tempeh Kidul Pak Sunjoto dan kelompok tani akhirnya disepakati untuk melakukan pembebasan lahan milik petani meskipun sempat alot sang pemilik melepaskan.

“Alhamdulillah petani yang selama ini kesulitan kebutuhan air dalam waktu dekat bisa tercukupi, ini berkat kesepakatan untuk membuat jalur irigasi baru dengan membebaskan lahan milik warga dan ini jalan satu-satunya yang harus dilakukan,” kata Haji Didik saat ditemui di sela-sela melihat pembuatan irigasi, Selasa (21/07/2026).

Haji Didik menjelaskan para tokoh petani akhirnya sepakat dengan ganti rugi lahan yang menelan dana sekitar Rp 40 juta agar irigasi kembali normal, sementara ini tidak hanya lahan pertanian di Desa Tempeh Kidul yang tergantung namun ada desa tetangga seperti Desa Pandanarum dan Desa Pandanwangi.

Baca Juga :  Satlantas Polres Batu Bara koordinasi dengan Hutama Karya, siapkan langkah pencegahan kecelakaan di tol jelang mudik

Alat berat sudah diturunkan untuk membuat jalur irigasi baru, tinggal adanya peningkatan pembangunan irigasi agar tidak longsor lagi, dari itu perlu dibangun plengsengan dan juga pengalihan aliran sungai yang ada di sebelahnya dalam mengurangi ancaman tebing longsor merusak jalur irigasi yang saat ini dibuat.

“Pembuatan irigasi sudah berjalan dengan satu unit alat berat, namun kami berharap kepada pemerintah daerah agar bisa merubah aliran sungai yang ada disebelah irigasi tidak sampai menyebabkan rusaknya kembali irigasi yang saat ini sedang dibuat,” ucap Haji Didik yang akrab disapa bang haji.

Tokoh petani tebu Lumajang ini berharap ada greget dari pemerintah daerah agar perekonomian petani yang terkendala selama ini bisa pulih. “Kami sudah minta petunjuk kepada Bupati melalui pesan di WhatsApp agar tidak dianggap salah melangkah, karena saya ini takut salah apa yang telah diperjuangkan bersama teman-teman petani selama ini,” pungkas bang haji. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *