Wapres Gibran Bahas Dampak AI terhadap Lapangan Kerja
JAKARTA, Barometer99.com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Merapi National Economic Forum 2026 di Istana Wakil Presiden, Sabtu (18/4/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk potensi dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap lapangan pekerjaan di Indonesia.
Dalam audiensi itu, Wapres menyoroti pentingnya langkah antisipatif untuk menghadapi disrupsi teknologi, khususnya terkait perubahan struktur tenaga kerja akibat perkembangan AI. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu menyiapkan strategi mitigasi sejak dini agar dampak negatif dapat ditekan, sekaligus memaksimalkan peluang yang ada.
“Transformasi digital harus kita siapkan dengan matang, termasuk memastikan masyarakat memiliki kemampuan yang cukup untuk beradaptasi,” ujar Wapres.
Lebih lanjut, Wapres Gibran menekankan urgensi pemerataan literasi kecerdasan buatan di seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peningkatan pemahaman terhadap teknologi AI tidak hanya penting bagi pelaku industri, tetapi juga masyarakat umum agar tidak tertinggal dalam era digital.
Ia juga menilai bahwa penguatan literasi AI akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan pemahaman yang merata, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal, sekaligus meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merespons cepat perkembangan teknologi global, sekaligus memastikan bahwa transformasi digital di Indonesia berjalan secara adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.












