Umum  

Bamsoet: Di Tengah Ketidakpastian Global, Komitmen Investasi Asing Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional

Bamsoet: Di Tengah Ketidakpastian Global, Komitmen Investasi Asing Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Barometer99.com – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menilai di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik, Indonesia masih memiliki harapan untuk bangkit melalui komitmen investasi asing yang dibawa Presiden Prabowo Subianto dari berbagai kunjungan kerja luar negeri.

Dalam catatan politiknya, Bamsoet menyoroti bahwa kondisi global saat ini masih diliputi gangguan rantai pasok, tingginya biaya logistik, serta ketidakpastian energi yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya dampak dari penutupan jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz.

Menurutnya, meski gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berlangsung selama dua pekan, kondisi tersebut belum cukup untuk memulihkan stabilitas global. Ancaman konflik lanjutan, termasuk dugaan sabotase infrastruktur bawah laut seperti kabel serat optik dan pipa energi di sekitar Fujairah, turut memperburuk situasi.

“Ketidakpastian ini berdampak langsung pada kenaikan harga energi global, termasuk lonjakan premi asuransi maritim dan terganggunya distribusi logistik dunia,” ujar Bamsoet.

Ia mengungkapkan, sedikitnya 85 negara telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak Maret 2026 akibat gangguan pasokan energi global. Meski Indonesia belum menaikkan harga BBM bersubsidi, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin meningkat, terutama akibat lonjakan subsidi energi.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak lanjutan terhadap sektor riil, seperti meningkatnya biaya produksi industri, kenaikan harga bahan baku—termasuk plastik yang melonjak hingga lebih dari 50 persen—serta melemahnya daya beli masyarakat akibat meningkatnya angka pengangguran dan penurunan aktivitas usaha, termasuk di sektor UMKM.

Namun demikian, Bamsoet menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk keluar dari tekanan tersebut. Salah satu sumber optimisme adalah komitmen investasi asing yang berhasil diraih Presiden Prabowo dari kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Kasih Melampaui Perbedaan, Erwin Tanaya Berangkatkan Warga Muslim Umroh

Dari dua negara tersebut, Indonesia memperoleh komitmen investasi sebesar Rp575 triliun, yang terdiri dari Rp401 triliun dari Jepang dan Rp173 triliun dari Korea Selatan. Investasi tersebut difokuskan pada sektor strategis seperti transisi energi, energi baru terbarukan (EBT), hilirisasi industri, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah perusahaan besar turut terlibat dalam komitmen tersebut, di antaranya Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, Panasonic, serta Hyundai Motor Group dan POSCO Holdings.

Proyek investasi tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Blok Masela di Maluku, Bontang dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, serta sejumlah kawasan industri di Jawa dan Lampung.

Bamsoet menegaskan bahwa komitmen investasi tersebut harus segera ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah agar dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

“Progres dan realisasi investasi sangat bergantung pada kesigapan para pembantu presiden dalam mengolah dan menindaklanjuti komitmen tersebut,” ujarnya.

Ia pun menilai, di tengah situasi global yang belum menentu, investasi asing dapat menjadi “benih harapan” bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *