Umum  

Rela Berkorban Jadi Nilai Penting Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045

Forum Komunikasi Bela Negara Soroti Pentingnya Menumbuhkan Semangat Pengorbanan di Tengah Tantangan Zaman

Rabu, 11 Maret 2026

Semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara menjadi salah satu nilai penting dalam konsep bela negara. Nilai tersebut kembali diangkat dalam Fokus Bela Negara edisi ke-20 yang diterbitkan Forum Komunikasi Bela Negara pada Rabu (11/3/2026).

Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa “rela berkorban” merupakan nilai dasar keempat dari konsepsi bela negara. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berkorban diartikan sebagai kesediaan memberikan sesuatu, termasuk harta bahkan jiwa, secara ikhlas dengan mendahulukan kepentingan bersama, orang lain, atau negara di atas kepentingan pribadi.

Sikap ini mencakup empati, kemampuan mengendalikan ego, serta semangat untuk membantu sesama. Tujuannya adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.

Pentingnya Rela Berkorban

Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa, termasuk menuju Indonesia Emas 2045, partisipasi seluruh rakyat Indonesia sangat dibutuhkan. Salah satu sikap yang harus dimiliki adalah kerelaan untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

Namun, sikap tersebut dinilai menghadapi tantangan seiring perkembangan zaman. Meningkatnya orientasi pada kepentingan individu, materialisme, dan gaya hidup hedonisme dapat mengikis semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap cita-cita kemerdekaan.

Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat juga memiliki dua sisi. Di satu sisi dapat mendorong kemajuan bangsa, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak diiringi dengan nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, penguasaan IPTEK perlu dibarengi dengan pembangunan karakter yang meneladani nilai-nilai kepahlawanan, semangat kebangsaan, serta jiwa patriotisme demi kepentingan bangsa dan negara.

Meneladani Pengorbanan Para Pahlawan

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia menjadi sumber inspirasi dalam menumbuhkan semangat rela berkorban. Para pejuang di masa lalu telah membuktikan kesediaannya mengorbankan waktu, harta, bahkan jiwa demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :  BPR Sumsel Rayakan Ulang Tahun ke-18, Catat Pertumbuhan Positif Tahun 2025

Pengorbanan tersebut menjadi teladan bagi generasi penerus untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa. Pemerintah sendiri memberikan penghargaan kepada para pejuang melalui gelar pahlawan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Banyak di antara para pahlawan tersebut yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, namun tidak sedikit pula yang gugur tanpa dikenal namanya. Meski demikian, jasa mereka tetap menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Peran Generasi Penerus

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka diharapkan mampu mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan seperti semangat pantang menyerah, keberanian membela kebenaran, serta pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara.

Kerelaan berkorban saat ini tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik seperti pada masa kemerdekaan. Nilai tersebut dapat tercermin dalam karya nyata dan pengabdian di berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, dunia usaha, hingga pelayanan publik.

Setiap warga negara yang bekerja dan mengabdi dengan jujur, ikhlas, serta tanpa pamrih pada hakikatnya merupakan pahlawan bagi bangsa.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalisme generasi muda juga perlu diiringi dengan penguatan semangat kebangsaan. Salah satu cara menumbuhkan semangat tersebut adalah dengan mengenal sejarah perjuangan bangsa dan menghormati jasa para pahlawan.

Forum Komunikasi Bela Negara juga menilai bahwa kegiatan seperti mengunjungi Taman Makam Pahlawan dapat menjadi sarana refleksi bagi generasi muda untuk menumbuhkan semangat pengabdian dan rasa cinta tanah air.

Pada edisi berikutnya, Fokus Bela Negara akan membahas nilai dasar selanjutnya dalam konsep bela negara, yaitu “Kemampuan Awal Bela Negara”.

Merdeka.

(PAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *