Segera Terbit Buku Baru Joseph Osdar: “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”

Jakarta, Barometer99.com — Dunia literasi politik Indonesia segera kedatangan karya terbaru dari wartawan senior Joseph Osdar berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”. Buku ini menyajikan refleksi mendalam mengenai praktik politik yang rasional, sunyi dari sensasi, dan berorientasi pada kepentingan nasional — gaya kepemimpinan yang penulis nilai tercermin dalam perjalanan politik Prabowo Subianto.

Joseph Osdar, mantan wartawan Kompas yang bertugas di lingkungan Istana selama enam masa pemerintahan — mulai dari Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo — membawa pengalaman panjangnya dalam membaca dinamika kekuasaan dan demokrasi Indonesia.

Mengangkat Politik yang Bekerja Senyap

Osdar menyoroti sisi politik yang jarang mendapat ruang publik: politik yang tidak mencari panggung, tidak mengedepankan konflik, dan lebih bertumpu pada rasionalitas serta etika kebangsaan. Prabowo Subianto dijadikan lensa untuk memotret bagaimana pendekatan politik alternatif ini bekerja dalam konteks demokrasi modern Indonesia.

Bamsoet Sebagai Narasumber Kunci

Dalam penyusunan buku ini, Osdar menggandeng Ketua MPR RI sekaligus wartawan senior, Bambang Soesatyo (Bamsoet), sebagai narasumber utama. Bamsoet membagikan pengalamannya ketika masih menjadi wartawan muda yang pertama kali bertemu Prabowo, kala itu menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus di Cijantung sekitar tiga dekade lalu.

Melalui kesaksian Bamsoet, Osdar menggambarkan Prabowo sebagai perwira dengan pengalaman tempur nyata. Prabowo tercatat terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada 1970-an dan memimpin operasi penyelamatan tim ekspedisi Lorentz di Papua tahun 1996.

Selain sisi kemiliteran, Bamsoet juga menyinggung perhatian Prabowo terhadap keluarga prajurit yang gugur, serta gaya berpolitik yang menurutnya dibangun atas dasar saling menghormati demi stabilitas jangka panjang.

“Terpenting dalam politik adalah kejelasan tujuan dan komitmen kebangsaan. Ketika tujuan nasional menjadi titik temu, maka ego personal dan kepentingan jangka pendek harus dikesampingkan,” ujar Bamsoet dalam buku tersebut.

Baca Juga :  Fokus Bela Negara

Etika Kepemimpinan dalam Politik

Buku ini tidak hanya merekam perjalanan politik, tetapi juga menawarkan pembacaan etis tentang makna kepemimpinan. Politik digambarkan bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi amanah konstitusional yang harus diwujudkan dengan keberanian moral dan sikap mempersatukan.

Osdar menegaskan bahwa demokrasi Indonesia membutuhkan lebih banyak narasi politik yang meneduhkan: politik yang merangkul, mencari solusi, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Narasi Alternatif dalam Demokrasi

“Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” hadir sebagai tawaran narasi baru bahwa politik tidak harus gaduh untuk bekerja. Buku ini diharapkan memperkaya diskursus publik tentang kepemimpinan dan memberikan sudut pandang alternatif dalam memahami dinamika demokrasi di Tanah Air.

Sebagaimana kutipan yang dikedepankan buku ini:

“Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik.”

Dan seperti pesan yang kerap disampaikan Prabowo Subianto:

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *