Palembang, Barometer99.com – Andri, seorang pekerja di kebun sawit, rutin menjalani cuci darah menggunakan JKN di Palembang sepanjang 2025. Pria berusia 43 tahun ini tampak terbiasa dengan rutinitas yang sudah ia jalani hampir setahun terakhir. Dua kali dalam sepekan, ia datang ke rumah sakit untuk menjalani terapi cuci darah demi menjaga kualitas hidupnya. Sejak didiagnosis harus menjalani terapi cuci darah secara rutin, Andri menyadari bahwa pengobatan ini bukan perkara ringan, baik secara fisik maupun biaya.
Beruntung, sejak November 2023, Andri telah terdaftar sebagai Peserta Jamkesda Kota Palembang yang terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepesertaan tersebut menjadi penopang utama dalam proses pengobatan yang ia jalani hingga kini. Tanpa harus memikirkan biaya besar, Andri bisa fokus pada pemulihan dan kesehatannya.
“Dalam satu tahun terakhir ini saya rutin berobat pakai JKN untuk terapi cuci darah,” cerita Andri saat ditemui di sela-sela jadwal terapinya. Ia mengaku, sejak pertama kali menjalani terapi hingga sekarang, prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Andri menjalani terapi cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu di salah satu rumah sakit di Kota Palembang. Jadwal yang padat itu menuntut kedisiplinan dan kondisi mental yang kuat. Meski demikian, ia merasa terbantu dengan sistem pelayanan kesehatan yang tertata dan petugas medis yang responsif. Setiap kali datang, prosedur administrasi berjalan cepat, sehingga ia tidak perlu menunggu lama.
“Saya terapi cuci darah ini sebanyak dua kali dalam seminggu, tidak pernah menemukan hambatan apa pun. Biaya tambahan pun juga tidak ada,” aku Andri dengan wajah lega. Baginya, ketiadaan biaya tambahan menjadi hal yang sangat penting, mengingat terapi cuci darah yang dilakukannya termasuk terapi dengan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kehadiran Program JKN melalui kepesertaan Jamkesda ini dinilainya sangat membantu dan menjadi penopang utama dalam menjaga kondisi kesehatannya.
Lebih dari sekadar layanan medis, JKN memberikan rasa aman bagi Andri. Ia tidak lagi dihantui kekhawatiran akan biaya pengobatan yang mahal. Dengan jaminan kesehatan yang dimilikinya, Andri bisa menjalani terapi secara rutin sesuai anjuran dokter, tanpa menunda atau mengurangi frekuensi pengobatan.
Ke depan, Andri berharap proses berobat yang selama ini ia rasakan dapat terus berjalan aman dan lancar. Ia juga berharap program JKN dapat terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil sepertinya. “Harapan saya sederhana, semoga pengobatan ini selalu lancar, dan JKN tetap ada untuk membantu kami,” tutup Andri penuh harap.












