Prajurit Satgas 700/WYC Titik Kuat Gome Hadirkan Sehat di Pelukan Honai

GOME, Barometer99.com – Pagi yang tenang di Distrik Gome berubah menjadi saksi bisu hadirnya kepedulian prajurit TNI. Pada Minggu (31/8/2025) pukul 08.00 WITA, Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Gome menurunkan 1 Tim KKT berjumlah 15 personel dipimpin Sertu Ismail. Mereka melangkah penuh semangat dalam sebuah safari honai ke Kampung Tanah Merah, membawa misi kemanusiaan: menguatkan ikatan kebersamaan dan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga.

Di tengah hangatnya suasana honai, warga berkumpul dengan raut penuh harapan. Layanan kesehatan dilaksanakan sederhana namun penuh makna. Satu per satu warga diperiksa dan diberi obat, seolah prajurit TNI menjadi perantara doa-doa yang selama ini terpendam. Kehangatan sapaan prajurit berpadu dengan senyum tulus masyarakat, menciptakan harmoni yang tak bisa dibeli oleh apa pun selain ketulusan.

Danpos Gome, Lettu Inf Na’im Aryo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat.

BACA JUGA :  Danramil 03 Serengan Berikan Materi Binlinmas Se-Kecamatan Serengan

> “Safari honai ini kami lakukan untuk mengetahui langsung kondisi kesehatan masyarakat di sekitar titik kuat. Dengan mendatangi rumah-rumah adat warga, kami bisa lebih dekat sekaligus memastikan mereka mendapat pelayanan kesehatan yang layak meski jauh dari fasilitas medis,” ungkapnya.

Ucapan syukur pun datang dari warga Kampung Tanah Merah. Mama Elina Murib, salah satu warga yang ikut mendapatkan pelayanan, menyampaikan rasa terima kasihnya.

BACA JUGA :  Peran Perempuan Papua Bersama-Sama Jaga Kamtibmas

> “Kami senang sekali TNI datang periksa kami di honai. Kadang kalau sakit, kami bingung harus ke mana. Jarak ke puskesmas jauh dan sering tidak buka. Hari ini kami bisa berobat dekat rumah, hati kami jadi tenang,” ujarnya sambil tersenyum.

Safari honai yang digelar Satgas Yonif 700/WYC di Tanah Merah bukan hanya pelayanan kesehatan, tetapi juga sebuah pesan kehangatan: bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan dan keamanan, melainkan juga sebagai sahabat dan pelindung rakyat. Seperti api unggun dalam honai yang terus menyala, demikian pula semangat kemanusiaan prajurit yang tak pernah padam di tanah Papua.

BACA JUGA :  Memotivasi Pelajar di Perbatasan Papua, Satgas Yonif 131/BRS Mengajar dan Bagikan Perlengkapan Sekolah

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *