UNSRI dan UTM Tandatangani MoU, Rektor UTM : Jangan Hanya Cakap Kosong

Barometer99- PALEMBANG,- Universitas Sriwijaya (Unsri) dengan University Teknologi Malaysia (UTM) kembali menandatangani kesepakatan atau MoU, di Lantai 8 Gedung FH Tower Unsri kampus Bukit Besar Palembang, Jumat (10/6/2022).

Rektor UTM, Prof Dr Ahmad Fauzi bin Ismail menginginkan ada tindakan bukan hanya sekedar cakap kosong, harus ada bukti nyata mengingat MoU dengan Unsri ini sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang.

“Konsepnya adalah teraktuality. Kita tidak mau MoU hanya ambil foto saja tapi tidak sesuai kenyataan. Untuk MoU dengan Unsri, sudah terjalin selama puluhan tahun dan berdampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat. Jadi memberi kepentingan untuk kedua negara,”ucap Rektor.

Kemudian, harap dia agar melakukan pengembangan ilmu khususnya dalam penelitian, dan dapat menambah pengetahuan masyarakat sehingga berdampak pertumbuhan ekonomi.

“Diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan baik dari sisi laboratorium dan penelitian, Karena tidak ada gunanya ilmu jika tidak diterjemahkan ke masyarakat. Jika suatu hari masyarakat bisa merasakannya, maka bisa untuk ekonomi negara,”harapnya.

Sementara Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. Anis Saggaff, MSCE. IPU, Asean Eng membenarkan yang dikatakan oleh Rektor UTM dan menceritakan sedikit asal mula melakukan kesepakatan MoU.

“Saya ingat betul pada masa itu Datuk Zulkifli berpesan, saya tidak mau menandatangan MoU yang hanya MoU, sesudah itu senyap katanya, Sudah terlalu banyak, sudah letih tangan ini, saya ingin yang real. Itulah pertama Universitas Sriwijaya itu betul-betul menjadi keluarga University Teknologi Malaysia,”Kata Rektor.

Kemudian lanjut dia “Ada satu hal yang jarang diungkap bahwa kita mempunyai 10 fakultas di Universitas Sriwijaya ini, ada fakultas number nine berdirinya dengan syarat,”tambahnya.

“Pada masa itu saya baru sekolah di UTM, kementerian menutup pendirian fakulty. Dulu rektornya adalah Profesor Zainal Ridho Djafar, tapi Dirjennya Pak Satrio masih membuka peluang sedikit. Silahkan buka fakulty asalkan ada jaminan perguruan tinggi di luar yang masuk 500 dunia yang akan mendampingi. Ini tidak pernah ada yang tahu. Kebetulan di sana UTM sudah 350. Saya bincang sama Prof Zaki yang senior saya. Saya bilang sama Prof Zaki, Prof Zaki support. Akhirnya menghadaplah Datuk NC pada masa itu Pak Zulkifli. Beliau juga siap untuk mendampingi akibatnya apa? Kita buat MoU Dirjennya Pak Satrio pada masa itu tidak bisa lagi bicara karena sesuai janji dia. Ini real berdirilah fasilkom itu. Pada masa itu kita mendirikan sekaligus kita menyiapkan dosen-dosen pensarah yang kita bawa ke sana,”ulasnya.

Dengan demikian kata Rektor Unsri, UTM adalah Universitas yang masuk 200 Perguruan Tinggi terbaik dunia.

“Untuk di Indonesia belum ada. Oleh sebab itu, kita menjalin kerjasama dengan UTM. Saya juga alumni UTM. Dengan adanya MoU ini maka kita akan saling melengkapi, apalagi di kurikulum Merdeka Belajar, kerjasama Perguruan Tinggi itu juga dengan perguruan Tinggi luar negeri. Dan Unsri sudah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Malaysia dan Jepang,”jelasnya.

Turut hadir dalam penandatanganan MoU antara Universitas Sriwijaya (Unsri) dengan University Teknologi Malaysia (UTM) Naib Canselor; Prof. Dr. RasliMd. Ilyas, Timbalan Naib Canselor Penyelidikan dan Inovasi; En. Jaffrey Samsul Bahrin, Timbalan Pendaftar Ketua Pentadbiran Canseleri; Cik Rohaizan Khairul Anwar, Timbalan Pendaftar Hal Ihwal Korporat; En. Nurul Amrie Abdullah, Pegawai Khas Kepada Naib Canselor; Dr. Muhammad Ab. Hadi Bunyamin, Eksekutif Penyelidik Pejabat Naib Canselor; Prof. Dr. M. Zaki bin Kamsah Pengerusi Bahagian Pemajuan, Jabatan Timbalan Naib Canselor Pembangunan UTM; Prof. Madya Dr. Mohd Hisyam Bin Rasidi, Penyarah UTM Alumni. Sementara dari internal Unsri hadir Wakil Rektor 1, 2, 3, dan 4, para Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pasca, Ketua SPI, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Kepala Unit, dan Koordinator Prodi.

Penulis: Yon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.