Pengerjaan Proyek Fly Over Simpang Sekip Memerlukan Waktu Hingga Tiga Tahun

  • Bagikan

Barometer99- PALEMBANG,- Pengerjaan Proyek FlyOver (FO) diperkirakan memakan waktu selama tiga tahun, untuk pengerjaan dimulai awal tahun 2022,hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Ir Kgs Saiful Anwar MT usai pelaksanaan pembayaran pembebasan lahan pembangunan Flyover Simpang Sekip Palembang di salah satu hotel berada dijalan R.Sukamto, Selasa (16/11/2021).

“Pengerjaan Proyek Flyover Simpang Sekip sudah memasuki tahap tender, dengan tahun anggaran selama tiga tahun (2021,2022,2023) dan kita perkirakan tahun 2023 akan selesai,”ucapnya

Dikatakannya bahwa Sosialisasi pembangunan Flyover Simpang Sekip sudah lama bahkan sudah memasuki tahun ketiga jadi ketika pelaksanaannya nanti diprediksi tidak ada kendala.

“Pelaksanaan proyek pembangunan Flyover Simpang Sekip ini sudah lama kita lakukan sosialisasi sejak tahun 2018 lalu, mulai dari telpon, PDAM PLN dan lain sebagainya sudah dikoordinasikan,”katanya

Ia juga menuturkan bahwa dalam pengerjaan proyek pembangunan Flyover Simpang Sekip tidak memiliki desain khusus akan tetapi produk yang digunakan nanti semuanya prodak lokal.

“Kalau dikatakan desain khusus, untuk timbunan nya memakai mortar ringan dan digunakan di Flyover tanjung siapi-api dan bahan yang digunakan semuanya prodak dalam negeri,”paparnya

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas PUBM TR Provinsi Sumatera Selatan H.Darma Budhy SH ST MT bahwa pengerjaan Flyover Simpang Sekip diperkirakan awal Januari 2022 karena saat ini pembayaran pembebasan lahan hanya tersisa 12 Persil dan itu sudah memiliki titik terang.

“Sisa 12 Persil yang belum dilakukan pembayaran dan sembilan persil sudah menandatangani kesepakatan harga, dan tiga persilnya baru setuju tapi belum menandatangani kesepakatan akan tetapi sembilan persil tersebut meminta untuk melakukan pengukuran ulang,”jelasnya

Untuk itu, pihaknya yakin bahwa sampai akhir tahun ini pembayaran pembebasan lahan semuanya akan terealisasi walaupun ada beberapa yang belum memiliki titik terang,akan tetapi itu bukan suatu kendala karena sudah melakukan kesepakatan.

“Sebelum tahun ini harus segera dilakukan pembayaran agar tidak Silpa, dan kita sudah menargetkan sampai akhir tahun, jika tahun ini belum selesai juga maka akan kami tutup misalnya baru sembilan dilakukan pembayaran sisanya dilanjutkan tahun depan.”paparnya

Menurutnya secara keseluruhan untuk konstruksi tidak akan mempengaruhi pelaksanaannya, karena dari 88 Persil hanya segelintir yang belum menyepakati, untuk itu pada Januari mendatang sudah mulai pengerjaan.

Penulis: YonEditor: Yon
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.