Jakarta, Barometer99.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (4/2/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong perajin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas serta mampu bersaing di pasar global.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri kreatif guna meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperbesar kontribusi produk lokal di pasar internasional. INACRAFT dinilai menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan perajin dengan jejaring pasar, pembiayaan, dan promosi global.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan beragam produk kriya, mulai dari batik, fesyen, aksesori, hingga peralatan rumah tangga. Ia juga membeli lukisan kaligrafi karya perajin lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas dan kreativitas produk kriya dalam negeri.
Wapres berpesan agar para perajin terus meningkatkan daya saing melalui peningkatan mutu, inovasi, dan diversifikasi produk, tanpa meninggalkan identitas serta nilai tradisi yang menjadi kekuatan kriya Indonesia di mata dunia. Selama berkeliling area pameran, Wapres juga menyapa pengunjung dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kunjungan Wapres turut disambut desainer Anne Avantie yang memperkenalkan berbagai inovasi produk fesyen serta pengembangan usaha makanan dan minuman sebagai bagian dari perluasan ekosistem kreatif.
INACRAFT 2026 resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang menyoroti peran strategis perempuan sebagai penggerak utama industri kriya nasional. Pameran ini diikuti 1.013 stan dari perajin individu, kementerian, BUMN, pemerintah daerah, serta peserta luar negeri.
INACRAFT 2026 menargetkan transaksi ritel sebesar Rp102,5 miliar dan kontrak dagang senilai USD1,5 juta, dengan proyeksi 100 ribu pengunjung dan 1.000 pembeli internasional dari berbagai negara.












