Umum  

Viral di Medsos, Bandara Muhammad Salahuddin Bima Disorot Tak Pajang Foto Pahlawan Nasional

Bima, Barometer99.com – Bandara Muhammad Salahuddin Bima Dinilai Tak Merepresentasikan Sosok Pahlawan Nasional. Bandara Muhammad Salahuddin Bima, pintu gerbang utama Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah menjadi sorotan publik. Bandara yang mengusung nama Sultan Muhammad Salahuddin—tokoh Bima yang resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional—dinilai belum merepresentasikan sosok pahlawan tersebut secara visual.

Sorotan ini muncul setelah unggahan video warga Dewi Ratna Muhlisca viral di media sosial Facebook pada Minggu (4/1/2026). Dalam video berdurasi sekitar 45 detik, Dewi mempertanyakan tidak adanya foto atau ornamen yang menampilkan sosok Sultan Muhammad Salahuddin di area bandara.

“Sultan Muhammad Salahuddin sudah menjadi Pahlawan Nasional, tapi satu foto pun tidak ada di bandara,” ujar Dewi dalam video tersebut. Ia menambahkan, bandara seolah hanya “menumpang nama” tanpa menampilkan jejak sejarah tokoh yang menjadi identitas bandara. Dalam rekaman tersebut, Dewi terlihat berkeliling beberapa sudut ruangan bandara, memperlihatkan dinding yang dinilainya kosong dari simbol atau dokumentasi pahlawan asal Bima tersebut. Ia berharap pihak pengelola dapat memajang foto Sultan sebagai bentuk penghormatan dan edukasi sejarah bagi masyarakat serta penumpang.

Unggahan tersebut menuai berbagai respons dari warganet. Sejumlah pihak mendukung aspirasi Dewi dan mendorong adanya simbol penghormatan yang lebih konkret. Akun Al-Ayyubi misalnya menulis, “Desak kepala bandara buat bikin tugu pahlawan buat Sultan Muhammad Salahuddin di depan Bandara Bima, harga mati.”

Namun, tidak sedikit pula komentar yang bernada kontra. Akun Hajairin P Ahmad Tayeb menilai kritik tersebut berlebihan dan meminta agar persoalan dilihat secara proporsional. “Lebay juga, introspeksi diri aja. Bandara itu sudah lama, Pemkab saat ini baru satu tahun,” tulisnya.

Sebagai informasi, Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan Bima ke-14 yang memerintah tahun 1915–1951. Ia dikenal sebagai tokoh visioner dengan jasa besar di bidang pendidikan, sosial, serta perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kesetiaannya terhadap NKRI dan dukungannya kepada Presiden Soekarno menjadi dasar penetapan gelar Pahlawan Nasional yang secara resmi diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Setelah itu, nama beliau diabadikan sebagai nama bandara di Kabupaten Bima.

Baca Juga :  Dari Kodam IV/Diponegoro untuk Aceh dan Sumatera: Uluran Tangan untuk warga yang tertimpa musibah

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Bandara Muhammad Salahuddin terkait kritik dan aspirasi yang berkembang di media sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *