Umum  

Terungkap! PT Mitra Mas Maluku Menerapkan Sistem Kerja di Tambang Emas Gunung Botak Menggunakan Alat Berat

Buru, Barometer99.com – Aktivitas pertambangan emas di kawasan Gunung Botak kembali menuai sorotan. Perusahaan
PT Mitra Mas Maluku atau dikenal sebagai 3M diketahui akan melakukan aktivitas kerja dengan pola industri menggunakan alat berat di area tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru Provinsi Maluku.

Padahal, metode pertambangan secara industri tersebut selama ini dilarang dan ditolak oleh masyarakat setempat.

Dalam rapat pertemuan lanjutan bersama Pemilik Lahan/Hak Ulayat dan perwakilan 10 koperasi yang juga dihadiri Raja Petuanan Kayeli bersama Bupati Buru Ikram Umasugi yang di dampingi Wakil Bupati Buru Sudarmo dan Dandim 1506 Namlea diruang rapat Bupati Buru. Jumat 9/1/2026.

Fikri Irsyad Kuasa Direksi PT Mitra Mas Maluku (3M) dalam pertemuan itu dirinya menyebutkan bahwa pola permainan yang nanti dikerjakan oleh pihak Perusahan 3M dengan sistem Industri cara yang dipakai juga mengunakan alat berat.

Padahal penggunaan alat berat dalam operasional perusahaan 3M dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan sosial yang telah dibangun sebelumnya.

Sementara banyak cuitan netizen di media sosial menegaskan bahwa pengelolaan tambang di Gunung Botak hanya diperbolehkan melalui skema koperasi rakyat dengan metode kerja yang ramah lingkungan dan berbasis pertambangan rakyat.

Sistem ini tentu sangat bertantangan dengan pandangan aktivis dan masyarakat yang secara tegas menolak pola industri dan eksploitasi besar-besaran yang menggunakan alat berat.

Hal ini dikhawatirkan dapat merusak lingkungan, mencemari sungai, serta mengancam ruang hidup masyarakat di sekitar kawasan tambang.

Selain persoalan lingkungan, penggunaan alat berat juga dinilai berpotensi menimbulkan konflik sosial, karena menggeser peran penambang lokal dan koperasi yang selama ini diperjuangkan sebagai solusi legal dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Buru.

Baca Juga :  Dandim Sleman Berikan Dukungan Moril Kepada Keluarga Almarhum

Kaunar mendesak jikapun terjadi pola idustri dengan mengunakan alat berat yang nanti dilakukan oleh perusahan 3M maka dirinya pastikan akan menyatakan sikap penolakan terhadap pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera turun tangan, melakukan pengawasan, serta menindak tegas pihak-pihak yang diduga melanggar aturan dan kesepakatan sosial di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Tak hanya itu Fikri juga menyingung kalau sistem pengelolaan nantinya akan mengunakan Ton dengan skala besar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *