Sinergi Kodam II/Sriwijaya dan Balai Pelestarian Kebudayaan : Melestarikan Sejarah dan Mengoptimalkan Layanan Kesehatan di Palembang

Sinergi Kodam II/Sriwijaya dan Balai Pelestarian Kebudayaan

Palembang, Barometer99.com – Kodam II/Sriwijaya menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah dan penyediaan fasilitas publik yang mumpuni bagi masyarakat Sumatera Selatan. Hal ini diwujudkan melalui pendampingan intensif terhadap Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kemenbud RI dalam kegiatan peninjauan cagar budaya di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) dan Rumah Sakit Tk. II dr. AK Gani, Palembang, pada Senin (09/03/2026)._

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan tetap berjalan selaras dengan kaidah konservasi situs bersejarah yang menjadi identitas daerah.

Kegiatan ini melibatkan jajaran ahli dari Tim BPK Wilayah IV yang dipimpin oleh Irfanudin Marzuki dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beserta anggota tim ahli lainnya. Fokus utama peninjauan ini adalah melakukan verifikasi mendalam terhadap struktur bangunan dan area sekitar yang memiliki nilai arkeologis tinggi. Kodam II/Sriwijaya memandang bahwa keberadaan RS dr. AK Gani di lokasi yang sarat sejarah menuntut perlakuan khusus agar fungsi pelayanan kesehatan modern tidak menggerus warisan masa lalu.

Pihak Kodam II/Sriwijaya menurunkan tim teknis untuk mendampingi proses tersebut, di antaranya Kaptopdam II/Sriwijaya Letkol Ctp Alit Sugeng Riyadi, S.Si., dan Kakumrem 044/Gapo Mayor Chk Octorial Marpaung, S.H., M.H., Mayor Ckm Erwan Syahputra beserta tim, bertujuan untuk menyinkronkan data pemetaan wilayah militer dengan kepentingan pelestarian budaya. Selain itu, guna memastikan bahwa operasional rumah sakit tetap berjalan optimal selama dalam sinkronisasi data aset negara

Rangkaian agenda tim ahli mencakup lima tahapan krusial, dimulai dari pengambilan data arkeologi melalui pengamatan objek secara detail serta pengambilan data spasial berupa ground check lapangan. Kodam II/Sriwijaya memfasilitasi akses penuh bagi tim untuk melakukan pengukuran konstruksi dan konservasi guna menentukan kondisi fisik terkini dari bangunan cagar budaya tersebut. Selain data fisik, dilakukan pula penelusuran dokumen sejarah dan wawancara untuk memperkuat landasan narasi historis kawasan Benteng Kuto Besak dan sekitarnya.

Baca Juga :  Pangdam II/Sriwijaya Terima Audiensi Tim Pokja Sahli Kasad, Bahas Kajian Ekonomi dan Kesra

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi teknis yang baik, setiap langkah renovasi atau pengembangan fasilitas kesehatan dipastikan tetap menghormati zonasi cagar budaya begitu juga sebaliknya

Melalui peninjauan ini, Kodam II/Sriwijaya membuktikan bahwa fungsi pertahanan, pelayanan sosial, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan secara harmonis. Optimalisasi RS dr. AK Gani sebagai fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat Sumatera Selatan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan aspek sejarah yang melekat pada lokasinya. Sinergi ini merupakan bentuk nyata pengabdian TNI AD dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, di mana kemajuan infrastruktur tetap berpijak pada akar budaya bangsa yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *