Palembang, Barometer99.com, Rabu, 21 Januari 2026 – Aksi damai digelar oleh massa dan berbagai aliansi di depan kantor Pertamina Pemasaran UP III Palembang. Sekitar ratusan orang mendesak penghentian jabatan Gubernur Manajer (GM) Pertamina Region Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Erwin Dwiyanto, yang dinilai gagal menjalankan tugas negara. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran baskom bekas di depan kantor, menarik perhatian warga sekitar yang secara spontan bergabung, membuat situasi semakin ramai dan riuh.
Seorang peserta aksi yang merupakan bagian dari Aliansi Sopir Dump Truk (tidak ingin mengungkapkan identitas) menyampaikan, “Saya baru pulang kerja bersama rekan-rekan dan melihat aksi ini, lalu ikut bergabung. Kami merasa terpanggil karena apa yang disampaikan orator sesuai dengan kondisi kami – kami adalah korban kebijakan Pertamina Sumbagsel yang menyulitkan proses penggantian BBM Solar. Waktu yang diberikan tidak manusiawi, seringkali hingga malam hari, sehingga waktu yang seharusnya untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarga habis hanya untuk mengantri.”
Salah satu massa lain menambahkan, “Sumbagsel adalah salah satu pusat lumbung energi nasional, namun warga Sumsel sangat kesulitan membeli bahan bakar. Apakah minyak di Sumsel sudah habis, atau dimanfaatkan oknum direksi? Kita tahu bahwa akhir-akhir ini ada kasus penyalahgunaan jabatan pada direksi Pertamina, dan kami menuntut penjelasan yang rinci dan transparan.”
Dari pantauan di lapangan, pihak Direksi Pertamina Pemasaran RU III bersedia menerima perwakilan massa untuk menjawab pertanyaan serta 5 tuntutan yang diajukan, yang diwakili oleh Ketua Pekat Sumsel Ir. Suparman Romans.
Hasil mediasi yang dilakukan di dalam ruangan disampaikan langsung oleh Nur Siela selaku Penjabat Sementara (PJS) Manager Hubungan Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Comrel & CSR) Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel. “Kami menjalankan tugas sesuai aturan dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum. Semua tuntutan yang diajukan telah ditanggapi oleh perwakilan manajemen. Jika kedepannya ada hal yang perlu disampaikan lebih lanjut, kami siap membuka ruang komunikasi,” ujarnya.
(Qrfrdyn)












