Palembang, Barometer99.com – Markas Jasdam II/Sriwijaya menjadi saksi sejarah pengukuhan Pengurus Daerah Pencak Silat Militer (PSM) untuk wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, serta Pengurus Cabang dan Ranting TA 2026. Acara yang berlangsung pada Selasa (10/02/2026), menandai babak baru penguatan bela diri taktis di lingkungan Kodam II/Sriwijaya._
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengda PSM wilayah Sumsel dan Babel. Puncak acara ditandai dengan penyerahan lambang bendera PSM secara simbolis dari Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PSM kepada Ketua Umum Pengda Sumsel-Babel, sebagai representasi penyerahan amanah dan tanggung jawab dalam mengembangkan organisasi bela diri militer ini ke tingkat daerah hingga ranting.
Dalam kesempatan tersebut, Asops Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Rony Fitriyanto, S.Sos., hadir membacakan sambutan tertulis dari Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A.
Melalui amanatnya, Pangdam menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan luhur bangsa yang mengandung nilai disiplin, kehormatan, dan pengendalian diri yang selaras dengan jati diri prajurit TNI.
Pangdam juga menaruh harapan besar agar kehadiran Pencak Silat Militer mampu membangun sinergi dan kolaborasi positif dengan berbagai perguruan silat yang telah eksis di bawah naungan IPSI, seperti Merpati Putih, PSHT, Tapak Suci, hingga Persinas ASAD. Hubungan harmonis antarperguruan sangat ditekankan agar pencak silat dapat menjadi perekat persatuan bangsa di mata masyarakat, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.
Kepada para pengurus yang baru dilantik, Mayjen TNI Ujang Darwis berpesan agar mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab melalui program kerja yang nyata dan berkesinambungan. Fokus utama organisasi harus diarahkan pada pembinaan yang tepat guna meningkatkan profesionalisme prajurit, sehingga PSM tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga fungsional dalam mendukung tugas pokok kemiliteran.
Lebih lanjut, Pangdam mendorong para pelatih untuk melakukan pembinaan secara bertahap dan terukur. Harapannya, dari sistem pembinaan ini akan lahir atlet-atlet Pencak Silat berbakat dari Kodam II/Sriwijaya yang mampu meraih prestasi membanggakan, baik di level nasional maupun internasional, membawa nama harum satuan dan daerah di masa mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sesdisjasad Kolonel Inf Ade Eko Saputra, S.I.P., M.M., Kadispora Sumsel, Ketua KONI Sumsel, serta perwakilan IPSI dari Sumsel dan Babel. Kehadiran berbagai perwakilan perguruan silat seperti Pagar Nusa, HIMMSI, hingga Setia Hati Winongo semakin mempertegas semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya bela diri di wilayah Kodam II/Sriwijaya.












