Pemprov PBD Perkuat Layanan Pendidikan dengan Dukungan Nyata Buat SLB Raja Ampat Terima Dua Minibus

Raja Ampat PBD, Barometer99.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di wilayahnya. Kali ini, perhatian diberikan kepada siswa-siswi berkebutuhan khusus di Kabupaten Raja Ampat melalui penyerahan dua unit mobil minibus operasional untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) setempat.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, di halaman SLB Kabupaten Raja Ampat, Waisai, pada Senin (12/01/2026). Kehadiran orang nomor satu di Papua Barat Daya itu disambut hangat oleh pihak sekolah, tenaga pendidik, serta para orang tua siswa yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pendukung pendidikan.

Gubernur Elisa Kambu, S. Sos, juga menyampaikan bahwa penyediaan kendaraan operasional bagi SLB merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemprov PBD untuk memastikan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak pendidikan yang setara dan layak. Menurutnya, mobilitas menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan khusus, terutama di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat.

“Bantuan ini bukan sekadar kendaraan, tetapi sarana pendukung agar anak-anak kita dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah, aman, dan manusiawi,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pengadaan dua unit minibus tersebut telah direncanakan dan dianggarkan dalam Tahun Anggaran 2025. Pemerintah provinsi, kata dia, berupaya menyesuaikan setiap program dengan kebutuhan riil di lapangan serta kemampuan fiskal daerah yang ada.

Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan sebaran domisili siswa SLB Raja Ampat yang mayoritas berada di wilayah perkotaan Waisai, Gubernur menilai dua unit kendaraan sudah cukup optimal untuk menunjang aktivitas antar-jemput siswa maupun kegiatan pembelajaran di luar sekolah.

Tak hanya di Raja Ampat, perhatian Pemprov PBD terhadap pendidikan luar biasa juga diwujudkan di daerah lain. Sebelumnya, satu unit minibus masing-masing telah diserahkan kepada SLB Kota Sorong dan SLB Kabupaten Sorong. Secara keseluruhan, pemerintah provinsi mengalokasikan empat unit kendaraan operasional bagi SLB se-Papua Barat Daya dalam Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Wapres Gibran Didampingi Wamendagri Bima dan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Elisa Kambu juga menegaskan bahwa dukungan Pemprov PBD terhadap Kabupaten Raja Ampat tidak berhenti pada sektor pendidikan semata. Berbagai program prioritas lainnya terus digulirkan, mulai dari pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP), penguatan UMKM lokal, pembangunan infrastruktur jembatan, hingga peningkatan layanan kesehatan melalui fasilitas puskesmas.

“Memang belum semua kebutuhan bisa kita jawab sekaligus, tetapi pemerintah provinsi terus berupaya hadir dan memberi perhatian sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tutup Gubernur.

Langkah ini diharapkan menjadi dorongan nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan inklusif di Papua Barat Daya, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(TK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *