Mendagri Tito Karnavian Serahkan Ratusan Paket Bantuan untuk Penyintas di Aceh Tamiang, Siapkan Huntap dan Sumur Bor

Mendagri Tito Karnavian Serahkan Ratusan Paket Bantuan

Aceh Tamiang, Barometer99.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan bantuan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, serta lima unit toren air berkapasitas 2.000 liter. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar sosial dan ekonomi warga terdampak.

Tito menegaskan, penyaluran bantuan ini bukan sekadar respons pascabencana, tetapi juga bagian dari upaya memahami kebutuhan penyintas secara langsung dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya memberi bantuan, tapi juga melihat langsung kebutuhan masyarakat agar penanganan bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Warga Minta Sumur Bor dan Hunian Tetap

Dalam kunjungannya, Tito juga menyerap aspirasi masyarakat yang menginginkan pembangunan fasilitas air bersih berupa sumur bor serta hunian tetap (huntap).

Menurutnya, mayoritas warga berharap pembangunan huntap dilakukan secara komunal, mengingat lokasi tempat tinggal mereka saat ini berada di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai.

Ia menekankan, pemerintah tidak ingin para penyintas terlalu lama hidup dalam kondisi sulit pascabencana, terlebih Desa Sekumur sempat terisolasi cukup lama akibat akses jalan yang tertutup longsor dan lumpur.

Koordinasi dengan Menteri PKP dan Perusahaan Perkebunan

Sepulang dari Aceh Tamiang, Tito menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Maruarar Sirait untuk membahas pembangunan huntap.

Selain itu, ia juga akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan perkebunan di sekitar wilayah terdampak guna membuka peluang pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) sebagai lokasi pembangunan huntap.

“Kalau masalah tanah sudah selesai, tinggal dilakukan pembersihan lahan oleh pemerintah daerah, setelah itu pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian PKP,” jelasnya.

Baca Juga :  Sinergi TNI–Polri Dukung Pelayanan Publik Desa Gading Trenggalek

Bantuan Lauk Pauk Selama Masa Transisi

Selama proses pembangunan huntap berlangsung, pemerintah memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi. Salah satunya melalui bantuan lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.

Skema ini disesuaikan dengan target pembangunan huntap yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat bulan, tergantung kesiapan data dari pemerintah daerah.

“Kalau datanya sudah lengkap, Kementerian PKP akan langsung turun melakukan survei dan pembangunan. Targetnya sekitar 3 sampai 4 bulan,” kata Tito.

Bagian dari Agenda Nasional Rehabilitasi Pascabencana

Kunjungan Tito ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, sekaligus kegiatan penerjunan praja IPDN gelombang ketiga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Rektor IPDN Halilul Khairi, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta jajaran Forkopimda setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *