Sumbawa Barat, Barometer99.com – Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, mengungkap dugaan penipuan dan eksploitasi yang dialami Tiara Salwa. Perempuan tersebut awalnya dijanjikan bekerja di Turki, namun justru diberangkatkan ke Libya dan diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi.
Pihak keluarga menyebut keberangkatan Tiara difasilitasi oleh seorang sponsor yang menjanjikan penempatan kerja di Turki. Sebelum keberangkatan, keluarga mengaku sempat beberapa kali bertemu langsung dengan sponsor tersebut.
“Awalnya saudara saya izin berangkat merantau ke Turki. Kami juga beberapa kali bertemu dengan sponsor dan memang dijanjikan berangkat ke Turki,” ujar pihak keluarga.
Setelah tiba di Turki, Tiara masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun, hampir dua pekan kemudian, komunikasi terputus selama tiga hari, yang membuat keluarga panik.
“Setelah hampir dua minggu di Turki, dia sempat lost contact sekitar tiga hari. Di hari keempat, tiba-tiba dia menelepon sambil menangis dan bilang kalau dia diterbangkan ke Libya,” ungkap keluarga.
Di Libya, Tiara mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi dari majikan barunya. Dalam pengakuannya kepada keluarga, ia hanya sekali diberi makan selama tiga hari bekerja.
“Selama tiga hari di majikan baru, dia cuma sekali dikasih makan. Dia bahkan mengirim video sambil menangis, memungut kantong plastik berisi biskuit dari tong sampah,” lanjut keluarga.
Mengetahui kondisi tersebut, keluarga mengaku telah mendatangi pihak sponsor dan membuat surat perjanjian pemulangan Tiara dengan batas waktu satu bulan. Namun hingga kini, kesepakatan tersebut belum direalisasikan.
“Kami sudah bertemu sponsor dan membuat surat perjanjian pemulangan satu bulan. Tapi sekarang sudah lewat dua bulan dan belum ada kejelasan,” kata keluarga.
Dalam upaya menyelamatkan diri, Tiara disebut telah dua kali melarikan diri dan meminta perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
“Saudara saya sudah dua kali kabur ke KBRI. Yang pertama dikembalikan lagi ke agen, dan sekarang pelarian yang kedua masih berada di KBRI,” jelas keluarga.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang dan berharap adanya langkah serius agar Tiara segera dipulangkan ke Tanah Air dengan selamat.
“Kami sebagai keluarga hanya minta tolong dan menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini,” tutup pernyataan keluarga. (*)












