Mataram, Barometer99.com- Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB segera menggelar operasi pasar menyusul lonjakan harga cabai yang menembus Rp110 ribu per kilogram di Mataram. DPRD juga menyatakan siap turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor.
Anggota Komisi II DPRD NTB, Lalu Arif Rahman Hakim, menegaskan pemerintah tidak boleh terlambat mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi setiap memasuki bulan puasa.
“Salah satu langkah yang sangat diperlukan adalah operasi pasar. Ini penting untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasaran,” tegas Arif.
Menurut dia, momentum Ramadhan selalu diikuti peningkatan permintaan bahan pangan. Jika tidak diintervensi sejak awal, lonjakan harga akan semakin menekan daya beli masyarakat.
“Ketika harga kebutuhan pokok melonjak, daya beli masyarakat otomatis akan tertekan. Kita tahu bersama, penghasilan masyarakat NTB banyak bertumpu pada sektor pertanian. Kalau harga bahan pokok melonjak tajam, tentu sangat memengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya.
Selain mendesak operasi pasar, DPRD NTB menyatakan akan melakukan sidak ke pasar dan distributor untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan yang memicu kelangkaan dan spekulasi harga.
“Bisa jadi mungkin ya, mungkin. Segera kami sidak turun ke lapangan cek kondisi pasar dan ke distributor,” kata Arif.
Ia juga meminta distribusi cabai dari petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar NTB sebelum dikirim ke luar daerah, guna menjaga keseimbangan pasokan selama Ramadan.
“Kalau stok dari petani lokal tercukupi dan distribusinya lancar, saya yakin harga bisa tetap stabil. Ini yang harus terus dikawal bersama. Para penimbun yang memainkan harga juga harus ditindak tegas,” tegasnya.
DPRD NTB turut mendorong Dinas Pertanian melakukan edukasi kepada petani agar menerapkan pola tanam yang lebih beragam untuk menghindari fluktuasi pasokan yang tajam.
Sebelumnya, hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Mataram menunjukkan harga cabai rawit berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram, jauh di atas harga acuan Rp57 ribu per kilogram.
DPRD menilai langkah cepat pemerintah sangat menentukan stabilitas harga menjelang Ramadan, mengingat kebutuhan masyarakat dipastikan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. (red).












