Deru Mesin Di Batas Langkahan, Babinsa Koramil 29/lkh Kawal Alat Berat Bersihkan Sisa Bencana

Aceh Utara, Barometer99.com – Semangat pemulihan pasca-banjir terus berkobar di wilayah ujung Aceh Utara. Tak sekadar berjaga, prajurit TNI dari Koramil 29/Langkahan menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kembali bangkit. Pada Kamis (26/2/2026) pagi, deru mesin alat berat mulai memecah kesunyian di Desa Bukit Linteng. Sejak pagi hari, personel Babinsa telah berada di titik nol untuk mendampingi pengoperasian alat berat guna membersihkan sisa-sisa material kayu yang melumpuhkan perkebunan warga.

Fokus utama operasi kali ini adalah di Dusun Panteng dan Dusun Tengoh. Di sana, tumpukan kayu raksasa yang terbawa arus banjir sempat menutup akses perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Tidak hanya itu, para prajurit bersama tim di lapangan juga bahu-membahu melakukan pembersihan jalan yang tertimbun lumpur tebal.

Lebih dari sekadar pembersihan, kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam penyiapan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap), sebuah secerah harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Dalam akselerasi pengerjaan ini, dukungan penuh datang dari BNPB dengan mengerahkan 4 unit alat berat yang bekerja secara simultan. Sebanyak 2 unit Beco (Excavator) dan 2 unit Doser dikerahkan ke titik-titik tersulit untuk membongkar sumbatan material kayu dan meratakan lahan.

Di bawah terik matahari, koordinasi di lapangan berjalan sangat solid. Kehadiran Serda Ardan dari Koramil 29/Langkahan yang bersinergi dengan Perangkat Desa Bukit Linteng memastikan alat berat bekerja secara efektif tepat di sasaran yang paling mendesak bagi warga.

Kerja keras para prajurit di lapangan mendapat apresiasi mendalam dari warga setempat. Bapak Abdullah (45), salah satu pekebun di Dusun Panteng yang lahannya sempat tertutup material kayu, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami sempat putus asa melihat tumpukan kayu setinggi rumah di kebun kami. Tapi alhamdulillah, Pak Babinsa Ardan terus mengawal alat berat ini sampai kayu-kayu itu bersih. Kalau tidak ada bantuan TNI dan alat dari BNPB, mungkin kami butuh waktu berbulan-bulan untuk membersihkannya secara manual,” ujar Abdullah dengan nada haru.

Baca Juga :  Cegah Pencurian Bermotor, Polisi sambangi Warga nya Dalam Patroli Malam

Kehadiran Babinsa di tengah operasional alat berat ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak akan membiarkan rakyat berjuang sendirian. Dengan pengawalan yang ketat dan humanis, setiap jengkal lahan yang tertutup sisa banjir kini mulai kembali bersih dan siap digunakan kembali. Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, BNPB, dan perangkat desa adalah kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur maupun mentalitas masyarakat pasca-bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *