Lumpur Banjir Berubah Jadi Harapan Baru Lewat Program Ketahanan Pangan

Aceh Tamiang, Barometer99.com — Lumpur sisa banjir yang dulunya menjadi simbol bencana kini bertransformasi menjadi sumber harapan bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan untuk menanam palawija guna mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini telah menunjukkan hasil positif, dengan bibit pertanian yang ditanam di tanah berlumpur kini tumbuh dengan baik, menandakan keberhasilan pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, pada Senin (19/01/2026), Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, dan semangka, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat pascabencana alam. “Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir.

@listyosigitprabowo
@marzukialba_bd91
@sahabatomjuki
@spripimpoldaaceh
@spripim.polri
@bidhumaspoldaaceh
@divisihumaspolri
@polisi_peduli
@halo_polisi
@polisi_indonesia
@polisirepublikindonesia

#bidhumaspoldaaceh #poldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #BangkitBersamaPoldaAceh

Baca Juga :  Tak Butuh Waktu Lama Polres Bener Meriah Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *