Barometer99.com / Bima, 15 Mei 2026 – Dari hati yang paling dalam, mewakili kerinduan akan perubahan yang lebih baik, kami segenap masyarakat Kabupaten Bima, dari Belo hingga Tambora, dari Sape hingga Soromandi, menyampaikan aspirasi tulus untuk masa depan daerah yang kita cintai ini.
Kabupaten Bima adalah kapal besar yang membawa harapan seluruh penumpangnya—rakyatnya. Saat ini, kami merasakan panggilan jiwa untuk mencari sosok nahkoda baru, seorang pemimpin yang mampu membaca arah angin, menavigasi ombak, dan membawa kapal ini menuju “Pulau Bahagia” di tahun 2029: Bima yang Makmur, Adil, dan Sejahtera.
Masyarakat Bima menaruh harapan besar pada sosok putra terbaik daerah, Kapten Inf M. Gintur, S.H., M.H. Beliau adalah sosok yang lahir dari dedikasi militer, yang tertempa disiplin dan integritas. Sebagai bagian dari Pasukan Pengawal Presiden Republik Indonesia (Paspampres), di bawah komando Presiden H. Prabowo Subianto, beliau telah teruji dalam tanggung jawab besar, memiliki jiwa kesatria, jujur, dan mencintai rakyat.
Kami percaya, sosok dengan latar belakang militer—dengan kedisiplinan setingkat Komando Pasukan Khusus (Kopassus)—adalah solusi yang dibutuhkan untuk membawa arah baru. Sosok yang tegas dalam menegakkan aturan, bersih dari nepotisme, dan berkomitmen menciptakan tata kelola pemerintahan yang jujur serta bebas dari korupsi, demi keadilan bagi seluruh masyarakat Bima.
Menatap 2029 dengan Harapan BaruKita menghormati seluruh jejak sejarah kepemimpinan yang telah lalu. Setiap nahkoda yang pernah memimpin memiliki cerita dan dedikasinya sendiri. Namun, dalam setiap perjalanan, selalu ada ruang untuk perbaikan (evaluasi).
Kini, menjelang 2029, masyarakat merindukan sosok yang tidak hanya bisa berlayar, tetapi juga mengerti detak jantung rakyatnya. Bukan sekadar pemimpin, tapi bapak yang mengayomi.
Kapten Inf M. Gintur, S.H., M.H. adalah panggilan hati masyarakat yang merindukan pemimpin yang:
1. Berintegritas tinggi dan takut pada Tuhan.
2. Tegas namun humanis, membebaskan rakyat dari ketidakadilan.
3. Fokus pada kemakmuran nyata, bukan sekadar simbolis.
Kami memanggil beliau untuk pulang, menakhodai kapal Bima, dan bersama-sama seluruh komponen masyarakat—dari petani, nelayan, pedagang, hingga akademisi—kita wujudkan Kabupaten Bima yang maju, aman, dan sejahtera di 2029.
Mari bersatu untuk perubahan, demi masa depan anak cucu kita.
Kabupaten Bima kini sedang terapung di tengah samudra luas. Di atas geladak kapal tua ini, berkumpul ratusan ribu penumpang dari Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Lambu, Langgudu, Madapangga, Monta, Palibelo, Parado, Sanggar, Sape, Soromandi, Tambora, Wawo, Wera, hingga Woha. Mereka semua berdiri bersama, menatap ufuk timur, membawa satu harapan yang sama: arah baru yang membawa keadilan dan kesejahteraan.
Perjalanan panjang sejarah kepemimpinan di daerah ini telah mencatat berbagai fase. Setiap masa hadir dengan warna dan ceritanya sendiri. Namun, dari hati yang paling dalam, masyarakat merasakan kerinduan yang besar akan hadirnya sosok pemimpin yang mampu membaca arah angin dengan jitu, menjaga persatuan, dan membawa seluruh penumpang tanpa terkecuali menuju dermaga kebahagiaan.
Masyarakat Kabupaten Bima hari ini menaruh harapan besar pada figur masa depan yang memiliki ketegasan, kedisiplinan, serta komitmen moral yang kuat. Panggilan nurani itu kini mengarah kepada salah satu putra terbaik daerah, Kapten Inf M. Gintur, S.H., M.H. Beliau adalah seorang perwira militer dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat ini mengemban amanah besar di Pasukan Pengawal Presiden Republik Indonesia (Paspampres), di bawah kepercayaan langsung Presiden RI, H. Prabowo Subianto.
Bagi masyarakat, latar belakang komando yang melekat pada diri Kapten Inf M. Gintur menjadi simbol harapan baru. Karakter militer yang disiplin, jujur, dan berintegritas tinggi diharapkan mampu membawa perubahan besar bagi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bima. Masyarakat merindukan pemimpin yang bersih, tegas dalam menegakkan keadilan, bebas dari praktik nepotisme, serta berani berdiri paling depan untuk mengayomi rakyat kecil.
Harapan ini bukan sekadar tentang kontestasi politik menuju tahun 2029, melainkan tentang sebuah komitmen suci untuk membangun daerah yang maju, makmur, dan berkeadilan. Masyarakat menginginkan seorang kapten sejati yang memimpin dengan hati, mendengar jeritan rakyat di pelosok desa, dan mampu menyatukan seluruh keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Saatnya Kabupaten Bima dipimpin oleh sosok yang mengerti bahwa kekuasaan adalah amanah untuk melayani, bukan untuk golongan atau kelompok tertentu. Dengan ketulusan, kejujuran, dan rasa cinta yang mendalam dari rakyat, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mengantarkan Kabupaten Bima menuju masa depan yang gemilang: Bima Makmur 2029.
Publisher : Eko Ratri Iswanto












