Dari Kursi DPRD ke Tanah Suci : Kepedulian Erwin Tanaya untuk Sesama

Kepedulian Erwin Tanaya untuk Sesama

Buru, Barometer99.com – Ditengah hiruk-pikuk dunia politik yang kerap dipandang sinis oleh sebagian masyarakat, masih ada sosok yang memilih berjalan dengan nurani.

Ia adalah Erwin Tanaya, anggota DPRD Kabupaten Buru, yang menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar kekuasaan, melainkan amanah untuk memanusiakan manusia.

Ketika sebagian orang memandang gaji sebagai wakil rakyat sebagai sarana untuk hidup mewah dan bersenang-senang, Erwin Tanaya justru memilih jalan yang berbeda.

Sejak tahun 2020, ia menjadikan sebagian dari gajinya sebagai program pemberangkatan Umroh gratis bagi masyarakat Muslim di Kabupaten Buru.

Setiap tahun, melalui program tersebut, ada warga yang berkesempatan menapakkan kaki di Tanah Suci—sebuah impian besar yang bagi sebagian orang mungkin terasa begitu jauh untuk diraih.
Apa yang dilakukan Erwin Tanaya menjadi kisah yang menyentuh hati.

Bukan hanya karena ia rela mengorbankan penghasilannya untuk orang lain, tetapi juga karena ia sendiri bukan beragama Islam.

Erwin Tanaya diketahui memeluk agama Konghucu, namun perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi batas baginya untuk berbuat baik.
Baginya, kemanusiaan berada di atas sekat-sekat perbedaan.

Dalam berbagai kesempatan, Erwin sering menyampaikan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia adalah nilai universal yang tidak dibatasi oleh agama, suku, ataupun latar belakang. Ketika seseorang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain, maka di situlah letak kemuliaan seorang manusia.

Program Umroh gratis yang ia jalankan bukan sekadar bantuan perjalanan ibadah. Lebih dari itu, program tersebut adalah pesan moral yang kuat tentang toleransi, kepedulian, dan kasih sayang antar sesama. Ia membuktikan bahwa keberagaman tidak harus menjadi sumber perpecahan, melainkan bisa menjadi ruang untuk saling menguatkan.

Bagi banyak warga di Kabupaten Buru, nama Erwin Tanaya bukan hanya dikenal sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai sosok yang menghadirkan harapan.

Baca Juga :  TMMD ke-127 Kodim 1804/Kaimana Perbaiki Akses Jembatan Kampung Marsi, Wujud Nyata Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat

Setiap tahun, ketika nama-nama calon jamaah diumumkan, kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka yang terpilih. Impian yang mungkin selama puluhan tahun hanya tersimpan di dalam doa, akhirnya dapat terwujud.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi perdebatan tentang perbedaan, langkah kecil yang dilakukan Erwin Tanaya justru menghadirkan pesan besar: bahwa kemanusiaan adalah bahasa yang dapat dipahami oleh semua orang.

Apa yang ia lakukan menjadi pengingat bagi kita semua—bahwa jabatan, harta, dan kesempatan yang dimiliki seharusnya tidak hanya dinikmati sendiri. Semua itu dapat menjadi jalan untuk berbagi dan membawa kebaikan bagi orang lain.

Karena pada akhirnya, nilai terbesar dari kehidupan bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar kita mampu memberi manfaat bagi sesama manusia.

Penulis Sofyan Muhammadia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *