Perkuat Asupan Gizi Anak, SPPG Putukrejo Salurkan Menu Bergizi untuk KB hingga SMP

Barometer99.com / Putukrejo, Kalipare,  Pada tanggal 11 Maret 2026, program pangan sekolah lokal bekerja sama dengan instansi terkait melaksanakan distribusi makanan tambahan bergizi (MBG/SPPG) di wilayah desa setempat. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah kecamatan ini menargetkan 1.738 penerima manfaat, yang mencakup anak-anak dari tingkat Kelompok Bermain (KB), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi dan dukungan asupan harian anak sekolah.

Kegiatan disusun sedemikian rupa sehingga menu yang disiapkan memenuhi kebutuhan energi dan makronutrien anak pada saat konsumsi (snack), sekaligus mudah diterapkan dan terjangkau. Menu hari itu meliputi Bolu Pandan, Telur Rebus, Kurma, dan Susu — kombinasi yang dipilih untuk memberikan sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, dan asupan energi cepat yang diperlukan bagi aktivitas belajar setelah jeda. Pada poster kegiatan juga tercantum estimasi harga satuan untuk tiap item sebagai bahan transparansi anggaran: bolu pandan dan susu masing-masing tercantum Rp3.000, telur rebus Rp2.000, serta kurma tercantum Rp2.500 untuk porsi besar dan Rp1.500 untuk porsi kecil.

Untuk menjamin kecukupan gizi, panitia menyiapkan dua pilihan porsi sesuai kebutuhan usia dan kelompok penerima:
Porsi Besar.

Energi: 590,75 kkal, Lemak: 14,4 g, Protein: 20,5 g, Karbohidrat: 94,2 g, Serat: 0,7 g.

Porsi Kecil — Energi: 372,6 kkal, Lemak: 8,9 g, Protein: 11,55 g, Karbohidrat: 61,75 g, Serat: 0,3 g.

Panitia pelaksana menyatakan bahwa perancangan porsi mempertimbangkan kebutuhan energi dan protein anak sesuai kelompok umur, sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran program. Selain distribusi, kegiatan ini juga disertai pemantauan singkat terhadap penerima—misalnya pengecekan jumlah penerima terdaftar, catatan kehadiran, serta edukasi singkat bagi pendamping sekolah tentang pentingnya konsumsi bergizi dan kebersihan pangan.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Pangan Jelang Idul Fitri, Gerakan Pangan Murah Akhirnya Ditutup di Mojorejo

Koordinator program menyampaikan bahwa tujuan jangka pendek kegiatan ini adalah memastikan setiap anak menerima tambahan energi dan protein yang dapat menunjang konsentrasi dan kegiatan belajar, sementara tujuan jangka panjangnya adalah menurunkan risiko malnutrisi dan mendukung pencapaian kondisi gizi optimal di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.

Logistik pelaksanaan melibatkan koordinasi antara panitia desa, pihak sekolah, serta tim kesehatan/pengawas gizi. Protokol kebersihan dan keamanan pangan diterapkan selama persiapan dan pembagian — mulai dari penggunaan wadah bersih, penyajian tertutup, hingga pengawasan oleh petugas. Panitia juga menekankan perlunya laporan dokumentasi (foto, daftar hadir, dan rekap pengeluaran) untuk akuntabilitas dan evaluasi program.

Kegiatan di desa tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua dan pihak sekolah karena menu yang disajikan mudah diterima anak-anak dan dianggap memberikan tambahan asupan yang signifikan pada saat istirahat. Dengan cakupan penerima 1.738 anak, program ini diharapkan menjadi contoh model kerja sederhana namun efektif untuk intervensi gizi di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Untuk tindak lanjut, panitia berencana melakukan evaluasi rutin tiap periode pelaksanaan: menimbang penerimaan menu, mengukur kepuasan sekolah/orang tua, dan meninjau komposisi gizi jika diperlukan — sehingga program dapat terus disesuaikan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ratri Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *