Mantan Penyidik Handal Baru Menjabat, Kanit Reskrim IPDA Bolon Hot Situngkir Langsung Berhasil “Melipat” Dua Pengedar Sabu

Kanit Reskrim IPDA Bolon Hot Situngkir Langsung Berhasil “Melipat” Dua Pengedar Sabu 4,6 Gram

SIMALUNGUN, Barometer99.com – Pengalaman tidak pernah bohong. IPDA Bolon Hot Situngkir, mantan penyidik handal yang baru dilantik sebagai Kepala Unit Reskrim Polsek Bangun, langsung membuktikan kehebatannya dengan “melipat” dua pengedar narkoba berinisial MPH (45) dan HAN (41) bersama sabu 4,6 gram di warung tuak eks lokalisasi Bukit Maraja, Rabu malam, 25 Februari 2026. “Saya sudah puluhan tahun jadi penyidik. Saya tahu bagaimana cara membaca situasi, membaca pelaku, dan membuat mereka tidak berdaya. Inilah hasilnya,” ungkap Kanit Reskrim veteran yang kembali ke lapangan ini.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Rabu malam, 4 Maret 2026, sekitar pukul 20.20 WIB, menjelaskan latar belakang Kanit Reskrim yang luar biasa ini. “IPDA Bolon Hot Situngkir adalah mantan penyidik handal yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia penyidikan. Beliau baru dipercaya menjadi Kanit Reskrim Polsek Bangun dan langsung menunjukkan kelas dengan berhasil menangkap dua pengedar narkoba pada Rabu, 25 Februari 2026. Pengalaman memang tidak bisa dibohongi,” ujar Kasi Humas dengan bangga.

Kepala Kepolisian Sektor Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, SH, MH, yang memilih IPDA Bolon Hot Situngkir sebagai Kanit Reskrim, menjelaskan alasan pemilihan. “Saya pilih IPDA Bolon Hot Situngkir sebagai Kanit Reskrim karena track record beliau yang luar biasa sebagai penyidik. Beliau sudah menangani ratusan kasus, dari pencurian sampai pembunuhan, dari narkoba sampai korupsi. Beliau adalah penyidik veteran yang sangat berpengalaman. Dan ini terbukti: baru menjabat sudah langsung dapat hasil,” kata Kapolsek dengan puas.

IPDA Bolon Hot Situngkir, sang Kanit Reskrim veteran, menjelaskan filosofi kerjanya. “Saya sudah puluhan tahun jadi penyidik di berbagai tempat sebelum akhirnya dipercaya jadi Kanit Reskrim di Polsek Bangun. Saya tahu persis bagaimana penjahat berpikir, bagaimana mereka beroperasi, dan bagaimana cara menangkap mereka. Pengalaman adalah guru terbaik,” ungkap IPDA Bolon dengan bijak.

Baca Juga :  Polres Bima Musnahkan 170,26 Gram Sabu dan Ribuan Botol Miras Ilegal

“Istilah ‘melipat’ adalah istilah kami di dunia penyidikan untuk menggambarkan penangkapan yang bersih, cepat, dan tanpa perlawanan. Pelaku dilipat seperti kain, tidak bisa bergerak, tidak bisa kabur, tidak bisa buang barang bukti. Inilah yang saya lakukan kepada MPH dan HAN,” tambah IPDA Bolon menjelaskan terminologi.

Operasi dimulai dari informasi masyarakat sore hari. “Rabu, 25 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, kami terima informasi bahwa di warung tuak eks lokalisasi Bukit Maraja sering terjadi transaksi narkoba. Saya langsung analisis informasi ini dengan pengalaman saya: warung tuak eks lokalisasi adalah tempat favorit penjahat karena sepi dan jauh dari pantauan. Ini adalah target yang tepat,” kata IPDA Bolon.

Kapolsek langsung memberikan kepercayaan penuh. “Kapolsek perintahkan saya dan anggota untuk tangani kasus ini. Beliau bilang: ‘Bolon, saya tahu kamu bisa. Tunjukkan pengalamanmu!’ Kepercayaan Kapolsek adalah motivasi besar bagi saya,” ungkap IPDA Bolon.

Dengan pengalaman puluhan tahun, IPDA Bolon merancang strategi yang matang. “Saya tidak langsung gerebek. Itu cara amatir. Saya lakukan pengintaian profesional: tentukan posisi pengintaian, tentukan jalur masuk dan keluar, identifikasi target, tunggu timing yang tepat. Semua berdasarkan pengalaman,” kata IPDA Bolon menjelaskan strategi veteran.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, saya lihat dua orang laki-laki dengan gerak-gerik yang saya kenali sebagai ciri khas pengedar: was-was, sering lihat kiri kanan, komunikasi singkat, transaksi cepat. Dengan pengalaman saya, saya tahu mereka adalah target yang tepat,” ungkap IPDA Bolon.

Eksekusi penangkapan dilakukan dengan sangat profesional. “Saya dan anggota masuk dengan formasi yang sudah kami latih. Saya blokir jalur kabur, anggota saya amankan pelaku dari belakang. Dalam hitungan detik, MPH dan HAN sudah ‘terlipat’. Mereka tidak sempat melakukan apa-apa. Ini adalah hasil pengalaman puluhan tahun,” kata IPDA Bolon dengan bangga.

Baca Juga :  Dukung Pemulihan Pascabencana, TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala, Aceh Timur

Barang bukti langsung diamankan dengan sempurna. “Dengan mata saya yang sudah terlatih, saya langsung tahu dimana mereka sembunyikan sabu: di kantong celana, di dalam rokok, di tissue. Semua trik penyembunyian sudah saya hafal di luar kepala. Kami sita total 4,6 gram sabu plus uang hampir Rp900.000,” ungkap IPDA Bolon.

Interrogasi dilakukan dengan teknik psikologis yang mumpuni. “Saya tidak perlu bentak-bentak atau kasar. Dengan pengalaman saya, saya tahu bagaimana membuat tersangka bicara: kasih mereka air minum, ajak ngobrol santai, tunjukkan bahwa kami sudah punya bukti lengkap, mereka akan ngaku sendiri. Dan benar saja, MPH dan HAN ngaku dan kasih nama bandar mereka: Jekut di Tanjung Balai,” kata IPDA Bolon menjelaskan teknik interogasi.

Tim langsung bergerak ke Tanjung Balai dengan koordinasi yang rapi. “Saya koordinasi dengan perangkat desa, kami berangkat tengah malam ke Tanjung Balai. Sayangnya Jekut sudah kabur. Tapi dengan pengalaman saya, saya yakin dia tidak akan bisa lari jauh. Kami akan terus kejar,” ungkap IPDA Bolon dengan percaya diri.

Anggota yang ikut operasi memberikan testimoni tentang kehebatan Kanit veteran. “Pak Kanit Bolon ini beda level. Beliau sudah pengalaman puluhan tahun. Cara beliau baca situasi, cara beliau ambil keputusan, cara beliau tangkap pelaku, semuanya sangat profesional. Kami banyak belajar dari beliau,” ungkap salah seorang anggota dengan kagum.

“Beliau juga sangat tenang dan tidak panik sama sekali. Saat kami deg-degan, beliau justru santai dan mengarahkan kami dengan jelas. Ini adalah pemimpin yang berpengalaman,” tambah anggota lainnya.

Kapolsek memberikan pujian setinggi-tingginya. “IPDA Bolon Hot Situngkir telah membuktikan bahwa pengalaman adalah aset yang sangat berharga. Beliau adalah penyidik veteran yang saya percaya penuh untuk memimpin Reskrim Polsek Bangun. Penangkapan ini adalah bukti bahwa kepercayaan saya tidak salah,” kata AKP Hengky.

Baca Juga :  Kasdim 0418/Palembang Cek Pelaksanaan Donor Darah di Makodim 0418/Palembang

Kasi Humas memberikan apresiasi khusus. “Kami sangat bangga dengan IPDA Bolon Hot Situngkir, mantan penyidik handal yang kini menjadi Kanit Reskrim Polsek Bangun. Beliau telah menunjukkan bahwa pengalaman puluhan tahun di dunia penyidikan adalah modal yang sangat berharga. ‘Melipat’ dua pengedar adalah prestasi yang luar biasa,” ungkap AKP Verry.

Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan pesan. “Kepada IPDA Bolon Hot Situngkir: selamat atas kesuksesan Anda! Pengalaman Anda adalah inspirasi bagi penyidik-penyidik muda. Teruskan kerja profesional Anda dan tunjukkan bahwa veteran tidak pernah kalah! Kepada semua pengedar narkoba: jangan remehkan penyidik veteran. Mereka punya pengalaman, trik, dan strategi yang tidak bisa kalian bayangkan. Kalian akan ‘terlipat’ dengan mudah!” pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan bangga akan prestasi penyidik veteran yang terus berkontribusi untuk keamanan Simalungun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *