Akses Nasional Lumpuh Akibat Batu Besar Longsor, Tim Gabungan Lakukan Asesmen dan Pemetaan

Tim Gabungan Lakukan Asesmen dan Pemetaan

Trenggalek, Barometer99.com – Ruas jalan nasional Trenggalek–Ponorogo di Kilometer 16 hingga Rabu (4/3/2026) masih tertutup total akibat material longsor yang dipicu runtuhan batu berukuran besar. Jalur strategis penghubung dua kabupaten tersebut lumpuh setelah bongkahan batu dan tanah menutup seluruh badan jalan, menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

Merespons kondisi darurat tersebut, Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., turun langsung ke lokasi bencana bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono. Kehadiran keduanya di titik longsor menjadi bentuk komitmen percepatan penanganan sekaligus memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif di lapangan.

Dandim 0806/Trenggalek menegaskan, sebelum proses pembersihan dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan asesmen dan pemetaan kondisi di sekitar lokasi longsor. “Langkah ini penting untuk mengetahui tingkat kerawanan lereng, potensi longsor susulan, serta menentukan metode penanganan yang aman bagi personel dan pengguna jalan,” terang Letkol Roy.

Sementara itu, Kalak BPBD Trenggalek menjelaskan bahwa tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan telah melakukan pemantauan langsung dari atas lereng. Selain itu, pengawasan juga diperkuat menggunakan drone guna memperoleh gambaran detail struktur tanah dan kontur tebing di sekitar titik longsor.

“Dari hasil pemantauan, kami menemukan beberapa jalur aliran air. Jalur tersebut bisa memperparah kondisi lereng jika terjadi hujan deras karena alirannya buntu. Kalau jenuh airnya, bisa berpotensi longsor susulan,” ujar Triadi. Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat kondisi tanah yang labil dapat berubah sewaktu-waktu apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk membuka kembali akses jalan, tim gabungan menerjunkan satu unit alat berat guna menyingkirkan material batu berukuran kecil dan tanah yang menutup badan jalan. Sedangkan batu berukuran besar yang menjadi penyebab utama penutupan total akan dipecah menggunakan alat breaker. Namun demikian, operasional breaker akan diuji terlebih dahulu guna memastikan getaran yang ditimbulkan tidak memicu runtuhan material tambahan dari bagian atas lereng.

Baca Juga :  Pos Iwur Satgas Yonif 751/VJS Laksanakan Kunjungan Kesehatan ke Rumah Warga: Periksa Pasien yang Tidak Mampu Datang ke Pos

Dandim 0806/Trenggalek bersama Kalak BPBD berharap proses penanganan dapat berjalan lancar dan tetap mengedepankan faktor keselamatan. Dengan sinergi TNI, BPBD, dan unsur terkait, diharapkan jalur nasional Trenggalek–Ponorogo segera dapat dilalui kembali sehingga arus lalu lintas dari kedua arah kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *