FOKUS BELA NEGARA (Forum Komunikasi Bela Negara)

Edisi keenambelas, Senin 23 Februari 2026

FOKUS BELA NEGARA
(Forum Komunikasi Bela Negara)

Salam Bela Negara.
Untuk memahami urgensi tentang Modul Utama Pembinaan Bela Negara oleh WANTANNAS tahun 2018 yang terdiri dari Modul I tentang Konsepsi Bela Negara dan Modul II tentang Implementasi Bela Negara, perlu diungkapkan secara singkat proses perumusannya yang banyak melibatkan pejabat, pakar dan tokoh masyarakat.

PERUMUSAN MODUL PEMBINAAN BELA NEGARA

Atas arahan dari Setjen WANTANNAS tahun 2017, dibentuk tim kecil untuk mempersiapkan bahan dasar penyusunan tentang bela negara yang terdiri dari: 1) Mayjen. TNI Moh. Hatta Usmar Rukka, 2) Kol. Inf. Judi Paragina Firdaus M.Sc. 3) Prof. Abdorakhman Gintings M.Si., M.Ed., Ph.D. 4) Prof. Dr. Idrus Affandi S.H., dan 5) Dr. Ir. Parlaungan Adil Rangkuti MSi. Tiap anggota tim kecil ditugaskan menyusun bahan dasar meliputi kompetensi, hukum, bela negara, dan kearifan lokal.

Masing-masing membentuk tim kerja sesuai kebutuhan, dan hasil kerja tim disajikan dalam forum koordinasi WANTANNAS tanggal 8 Desember 2017 di Jakarta.

Merujuk kepada INPRES No. 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara tahun 2018- 2019, WANTANNAS membentuk Tim khusus Penyusun Modul Utama Pembinaan Bela Negara yang terdiri dari: Penanggung Jawab: Setjen WANTANNAS Letjen. TNI Doni Monardo, dibantu Ketua Satgas Bela Negara: Mayjen. TNI Toto Siswanto S.I.P., M.M., Wakil Ketua Irjen. Pol Drs. Sukma Edi Mulyono M.H., dengan dukungan tim Pengarah: Mayjen. TNI Aris Martono Haryadi, Laksd. TNI Teguh Prihantono S.Sos. dan Marsda. TNI Emir Panji Dermawan S.Sos. Koordinator tim pelaksana adalah: Mayjen. TNI Moh. Hatta Usmar Rukka dengan wakil Brigjen. TNI Made Datrawan S.I.P. dan sekretaris tim: Kol. Inf. Judi Paragina Firdaus M.Sc., dengan dukungan 11 anggota tim.

Modul Pembinaan Bela Negara

Perumusan modul didukung tim pakar sebanyak 20 orang, dengan dukungan beberapa tim teknis sebagai tim inti. Tim inti bela negara terdiri dari 6 orang yakni; Dr. Ir. Parlaungan Adil Rangkuti MSi, Ir Sukarni Abukesah, Dr. Ir. Namaken Sembiring MS, Dr. Ade Iva Murty M.Si, Kol. Inf. Joko Setyo Putro dan Kol. Laut (KH) Dr. Dwi Ari Purwanto M.Pd. Saya (PA Rangkuti), secara pribadi merasa mendapat kehormatan masuk dalam tim inti dan sekaligus sebagai ketua tim bidang bela negara.

Baca Juga :  Usai Libur Nasional, Kantor Desa Tlogosari Kembali Aktif Layani Masyarakat

Hasil perumusan dari semua tim inti, diseminarkan di Bogor dengan mengundang beberapa pejabat, pakar dan tokoh masyarakat dari berbagai profesi. Tujuan utama rumusan pembinaan bela negara adalah untuk terciptanya karakter bela negara sebagai kekuatan nasional ikut serta mengantisipasi dan mengatasi berbagai bentuk HTGA yang semakin kompleks dan dinamis.

Dengan karakter bela negara diharapkan tumbuh partisipasi aktif seluruh rakyat ikut serta memperkokoh Ketahanan Nasional yang berwawasan Nusantara.

Hasil seminar ditetapkan sebagai keputusan Setjen WANTANNAS dengan nomor 170 Tahun 2018, tentang Buku Modul Utama Pembinaan Bela Negara yang terdiri dari dua buku yakni: Modul I tentang Konsepsi Bela Negara dan Buku II tentang Implementasi Bela negara. Kedua buku modul tersebut adalah satu rangkaian yang saling terkait, dengan materi bersifat umum yang menjadi bahan dalam kegiatan internalisasi nilai-nilai dasar bela negara dan aksi gerakan bela negara.

Adapun maksud dari Modul Pembinaan Bela Negara ini adalah sebagai referensi utama bagi seluruh Kementerian dan Lembaga (KL) dalam menyusun modul khusus sesuai tugas, fungsi dan kekhasan masing-masing ikut serta mengembangkan aksi bela negara untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk pelaksanaan pembinaan bela negara, WANTANNAS telah mempersiapkan tenaga pembina yang disebut Wisesa Bela Negara dalam jumlah yang tidak sedikit dari berbagai institusi dan komponen masyarakat dari pusat dan daerah.

Modul I tentang Konsepsi Bela Negara.

Modul I menjelaskan tentang latar belakang, maksud dan tujuan serta transformasi nilai-nilai dasar bela negara.

Untuk mencapai tujuannya diuraikan tentang kompetensi yang diharapkan, dengan menyiapkan materi pokok pembinaan meliputi: nilai-nilai dasar bela negara, konsensus nasional, konsepsi kebangsaan untuk persatuan, integritas moral, etika dan supremasi hukum serta nilai-nilai kearifan lokal. Tiap materi pokok diuraikan isi dan urgensinya bagi bangsa dan negara.

Baca Juga :  Memasuki Hari ke-9, Program Makanan Bergizi Gratis Desa Putukrejo Berjalan Lancar, Kegembiraan Terpancar dari Wajah Siswi SDN 1 Tumpakrejo

Modul II tentang Inplementasi Bela Negara.

Modul II disusun dengan pertimbangan mendasar atas aplikasi konsep bela negara mencakup Nilai-Nilai Dasar Bela Negara.

Adapun tujuan spesifik Modul Implementasi Bela Negara ini adalah:
1) Membantu pengguna Modul Utama I untuk menerjemahkan esensi Nilai-Nilai Dasar Bela Negara ke dalam penyusunan Modul Khusus dan bentuk-bentuk aksi bela negara dengan rumusan sederhana yang aplikatif serta mudah dipahami, dan;
2) menjaga kesesuaian antara aksi yang akan dikembangkan dengan substansi Modul I dan program umum pembangunan nasional mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Modul Khusus Bela Negara

Modul Khusus Bela Negara adalah yang disusun oleh setiap KL dan komponen bangsa sebagai penjabaran teknis dari Modul I dan Modul II dengan menerapkan model Pentahelix, yakni sinergitas antar lima komponen bangsa meliputi: pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat dan media.

Untuk mencapai hasil optimal dari Aksi Nasional Bela Negara, perlu memahami secara sungguh-sungguh berbagai bentuk ancaman faktual dan ancaman potensial yang perlu diwaspadai dan diantisipasi sejak dini.

Ancaman Faktual dan Potensial

Ancaman faktual adalah eskalasi tertinggi berupa ancaman yang telah mewujud secara nyata, dan ancaman potensial mengandung eskalasi ancaman pada tingkat yang lebih rendah yang secara berurutan dari eskalasi tertinggi hingga terendah kesemuanya secara bersama dikenal sebagai HTGA.

Ancaman dalam aspek non-militer sangat kompleks dan dinamis yang perlu terus menerus di evaluasi agar gerakan aksi bela negara fokus kepada upaya partisipasi rakyat ikut serta mengantisipasi dan mengatasi HTGA yang dihadapi oleh bangsa dan negara.

Ancaman faktual dalam aspek militer, mencakup gatra Pertahanan Keamanan (HANKAM), termasuk ancaman yang muncul dari bidang lain di luar bidang militer yang tidak dapat dihadapi dengan hanya kekuatan senjata. Perlu peningkatan kualitas dan profesionalitas personel TNI dan POLRI, serta peningkatan kekuatan rakyat sebagai komponen pendukung.

Baca Juga :  Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial

Bentuk ancaman potensial berupa invasi/agresi militer negara asing diantisipasi dan dihadapi dengan kesiapan implementasi SISHANKAMRATA dan Strategi Perang Berlarut termasuk sistem perang gerilya.

Membangun Karakter Bela Negara

Modul Pembinaan Bela Negara hasil kerja WANTANNAS adalah sebuah karya besar yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk membangun karakter bela negara khususnya bagi generasi penerus untuk ikut serta menjaga, melindungi, membangun dan menjamin NKRI sepanjang masa.

Karakter bangsa yang memiliki nilai-nilai dasar bela negara merupakan kekuatan rakyat yang dahsyad ikut serta dalam upaya pembelaan negara untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia.

Agar modul ini bermanfaat optimal dan tidak sia-sia, perlu LEMHANNAS menjadikan hasil karya ini sebagai bahan rumusan Konsepsi Bela Negara yang baku untuk melengkapi konsepsi yang sudah ada yakni: konsepsi Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan konsepsi Kewaspadaan Nasional, sebagai referensi bagi seluruh warganegara ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Dalam edisi berikut akan memuat uraian singkat tentang nilai-nilai dasar bela negara, dalam rangka membangun karakter bela negara terutama bagi generasi penerus.

Semoga bermanfaat.

Merdeka.
P.A. Rangkuti (PAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *