Umum  

Haul Ramadhan ke-17 Abah Sempol, Ribuan Jamaah Hadiri Tahlil dan Mauidhoh Hasanah di Miftahul Ulum Sempol

Malang, Barometer99.com –  Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (21/02/2026).

Ratusan hingga ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk menghadiri Tahlil Bersama dalam rangka Haul Ramadhan ke-17 Abah Guru KH. Abdulloh Alwi yang akrab dikenal sebagai Abah Sempol.
Sejak siang hari, arus kedatangan jamaah terus berdatangan. Para santri, alumni, tokoh agama, serta masyarakat umum larut dalam suasana religius yang sarat makna. Kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan almarhum dalam membina umat dan mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Malang dan sekitarnya.

Di panggung utama, para ulama dan habaib duduk berdampingan memimpin rangkaian pembacaan tahlil dan doa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dzikir menggema di seluruh area pesantren, menghadirkan suasana haru sekaligus menyejukkan hati. Haul ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga ruang spiritual untuk mempererat tali silaturahmi antar-santri, alumni, dan masyarakat luas.

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum sebagai bentuk kebersamaan dan kecintaan kepada para ulama. Semasa hidupnya, Abah Sempol dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang sederhana, tegas dalam prinsip, serta penuh kasih dalam membimbing santri dan masyarakat.

Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan dakwah meninggalkan jejak mendalam yang hingga kini terus dirasakan manfaatnya.

Dalam tausiyahnya, Gus Dhofir Abdulloh dan Gus Abdulloh mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak dan semangat dakwah almarhum. Mereka menegaskan pentingnya menjaga nilai keikhlasan dalam beramal, keteguhan dalam berdakwah, serta komitmen terhadap pendidikan agama sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Rangkaian acara juga diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Habibulloh dari Malang, alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa perjuangan seorang ulama tidak hanya terletak pada pembangunan fisik pesantren, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter umat.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Sungai Krusuk Memasuki Tahap Pemasangan Lantai

“Perjuangan beliau bukan hanya membangun fisik pesantren, tetapi membangun hati dan akhlak umat,” ungkap penceramah di hadapan jamaah yang khusyuk menyimak.

Menjelang adzan Maghrib, seluruh jamaah serempak memanjatkan doa, memohon agar almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT serta segala amal ibadahnya diterima dan dilipatgandakan pahalanya.

Tangis haru dan suasana hening menyatu dalam doa yang dipanjatkan bersama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Hidangan sederhana yang tersaji menjadi simbol persaudaraan dan kekompakan umat dalam menjaga warisan perjuangan para ulama.

Haul Ramadhan ke-17 ini menjadi bukti bahwa ajaran dan perjuangan Abah Guru KH. Abdulloh Alwi tetap hidup di hati umat. Semangat kebersamaan, kecintaan terhadap ulama, serta komitmen menjaga nilai-nilai Islam terus terpelihara, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan akhlak di tengah masyarakat.

Penulis : Ratri Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *