Daerah Penghasil Emas: KSB Justru Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di NTB

Sumbawa Barat, Barometer99.com- Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dikenal sebagai daerah penghasil emas terbesar di Nusa Tenggara Barat justru tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi NTB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB per Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka di KSB mencapai 4,13 persen, tertinggi dibanding kabupaten dan kota lain di NTB.

Kondisi ini dinilai kontras dengan potensi ekonomi daerah yang ditopang sektor pertambangan berskala besar. Mirisnya, mega mainer company mulai dari PT Newmont Nusa Tenggara pada periode sebelumnya hingga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang masih beroperasi saat ini berulang kali diiringi isu serupa, yakni lemahnya serapan tenaga kerja lokal bahkan delabourisasi lokal pada sector-sektor padat profit seperti pertambangan.

Salah satu aktivis masyarakat lingkar tambang, yuni bourhany menilai tingginya angka pengangguran menunjukkan kebijakan pasar kerja di KSB belum sepenuhnya ramah terhadap angkatan kerja lokal.

Yuni mengkritik lemahnya keberpihakan pemerintah daerah dalam memastikan akses kerja bagi warga sekitar tambang. Menurutnya, regulasi dan praktik rekrutmen tenaga kerja masih didominasi kepentingan perusahaan tanpa pengawasan ketat dari pemerintah.

“Daerah ini menyumbang pendapatan besar dari sektor emas, tapi tenaga kerja lokal justru tersisih. Kebijakan pasar kerja tidak akomodatif, pelatihan tidak link and match, dan afirmasi untuk warga lingkar tambang sangat minim,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah daerah semestinya lebih tegas mendorong kebijakan afirmatif, termasuk kuota tenaga kerja lokal, peningkatan kualitas pelatihan vokasi, serta transparansi rekrutmen di sektor industri dan pertambangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB per Agustus 2025, Kabupaten Sumbawa Barat menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni sebesar 4,13 persen. Posisi kedua ditempati Kabupaten Lombok Tengah dengan tingkat pengangguran 3,36 persen, disusul Kabupaten Dompu di peringkat ketiga sebesar 2,84 persen. Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur berada pada peringkat keempat dan kelima dengan angka yang sama, masing-masing 2,82 persen.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Penyerahan Hasil Penyelamatan Keuangan Negara Senilai Lebih dari Rp6,6 triliun Menjadi Titik Awal Komitmen Kuat Pemerintah

Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara menempati peringkat keenam dengan 2,68 persen, diikuti Kabupaten Sumbawa pada peringkat ketujuh sebesar 2,60 persen. Kabupaten Bima berada di posisi kedelapan dengan tingkat pengangguran 2,13 persen. Sementara itu, data pengangguran untuk Kota Mataram dan Kota Bima belum tercantum dalam rilis BPS NTB tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *