600 Unit Hunian Sementara Banjir Aceh Tamiang Target Selesai 15 Januari 2026

Aceh Tamiang, Barometer99.com – Warga korban terdampak banjir di bantaran Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, ditargetkan dapat menempati hunian sementara (Huntara) pada tanggal 15 Januari 2026 mendatang. Hunian tersebut dibangun oleh Danantara di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengungkapkan kepada Kompas.com pada Minggu (11/1/2026) bahwa pembangunan huntara saat ini telah menyelesaikan sekitar 200 unit dan terus berlanjut setiap hari. “Harapannya tanggal 15 Januari nanti, 600 unit yang dibuat itu kelar dan kami masukkan pengungsinya itu relokasi dari bantaran sungai seperti dari Kota Lintang dan Kampung Sukajadi,” ujarnya.

Menurut Iman, saat ini sudah ada sebagian pengungsi yang mulai menempati huntara secara bertahap. “Ya, itu posisinya kemarin mereka serah kunci, akhirnya kami masukkan bertahap nantinya. Bertahap sistemnya karena sambil menunggu tanggal 15 itu baru clear seluruhnya,” jelasnya.

Saat ini pihak BPBD Aceh Tamiang juga tengah melakukan pendataan by name by address untuk penetapan lokasi (penlok) penghuni. Selain huntara, pihaknya juga akan membangun hunian tetap (huntap) bagi korban banjir. “Huntap berproses. Sekarang huntara dulu, baru huntap,” katanya.

Untuk pembangunan huntap, Iman menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengajukan permohonan kepada perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Hal ini disebabkan lahan milik pemerintah di Aceh Tamiang sangat terbatas, dengan total hanya sekitar 1 hektar atau 10 ribu meter persegi. “Pada prinsipnya perusahaan kooperatiflah, tapi kan kita yang namanya aturan tetap jalan. Karena Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga enggak akan mungkin bangun kalau lahannya tidak jelas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025, Lifter TNI Rizki Juniansyah Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *