Jambi, Barometer99.com – Dinamika nasional yang kian memanas akibat gelombang demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah, termasuk di Jambi, mendapat perhatian serius dari Organisasi Pemuda Lintas Agama Provinsi Jambi. Mereka menyampaikan pernyataan sikap resmi pada Minggu (31/8/2025) yang berisi seruan moral agar pemerintah tidak menutup mata terhadap suara rakyat, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menolak anarkisme dan provokasi yang dapat merusak persatuan.
Dalam pernyataannya, organisasi lintas iman mengawali dengan menyampaikan simpati dan rasa duka yang mendalam atas kondisi yang terjadi selama aksi unjuk rasa. Mereka menilai, demonstrasi yang dilakukan masyarakat tidak bisa dipandang sebagai tindakan destruktif semata, melainkan suara keadilan yang muncul karena adanya ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan dan sikap para pemimpin.
“Pemerintah dan DPRD, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, harus benar-benar membuka hati dan telinga. Jangan sampai tuntutan rakyat diabaikan. Jika suara rakyat dibungkam, maka krisis kepercayaan akan semakin besar,” tegas mereka dalam pernyataan tertulis.
Tidak hanya kepada pemerintah, organisasi lintas iman juga menyoroti sikap partai politik. Mereka mendesak para pimpinan partai untuk menegur dan mengevaluasi anggota dewan yang dinilai arogan, tidak pro rakyat, dan bahkan mengeluarkan pernyataan yang melukai hati masyarakat.
Sementara itu, kepada massa aksi, mereka memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban. Aspirasi yang murni harus dijaga dari tindakan anarkis dan provokatif, terutama yang mengandung isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) yang berbahaya bagi keutuhan bangsa.
“Jambi adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai budaya harmoni. Jangan biarkan nilai itu rusak oleh amarah sesaat. Kita harus buktikan bahwa rakyat bisa bersuara tanpa harus saling melukai,” tegasnya lagi.
Aparat keamanan pun tidak luput dari sorotan. Organisasi lintas iman meminta TNI-Polri mengedepankan pendekatan humanis dan terukur dalam mengawal jalannya demonstrasi. Mereka menolak keras sikap represif terhadap aksi damai, namun tetap mendukung tindakan tegas kepada penyusup atau provokator yang mencoba memicu kerusuhan, perusakan, hingga penjarahan.
Di penghujung pernyataan, organisasi lintas iman mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen pemuda untuk ikut mendinginkan suasana. Mereka menegaskan, menjaga perdamaian adalah tanggung jawab bersama agar Provinsi Jambi tetap harmonis di tengah gejolak nasional.
Adapun tokoh-tokoh lintas iman yang menandatangani pernyataan sikap ini antara lain:
1. Habibi, S.Sos. – Ketua GP Ansor Provinsi Jambi
2. Frandy Septior Nababan, S.H. – Ketua DPD GAMKI Provinsi Jambi
3. Sonny J Pardede, S.H. – Komda Pemuda Katolik Provinsi Jambi
4. Fery Firmansyah, S.Pd. – Ketua Gemabudhi Provinsi Jambi
5. Rio Alviero – Pakin Konghucu Provinsi Jambi
6. I Gusti Putu Arya Soma – Peradah Jambi
7. Dewa Gede Wahyu, S.T. – PHDI Kota Jambi
Dengan semangat #JagaIndonesia dan #JagaJambi, organisasi lintas iman menutup pernyataan bahwa rakyat perlu didengar, keadilan harus ditegakkan, dan persatuan bangsa tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.*