Berita  

Apel Siaga Bencana di NTB, Gubernur Tekankan Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Mataram-NTB, Barometer99.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan Apel Pasukan Siaga Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Lapangan Bumi Gora (28/11/2025). Kegiatan tersebut, dihadiri jajaran BPBD NTB, instansi vertikal, TNI/Polri, relawan, serta berbagai unsur masyarakat.

Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPBD Provinsi NTB dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan apel siaga tersebut. Dirinya menegaskan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

“Provinsi NTB merupakan wilayah yang rawan berbagai jenis bencana, baik bencana alam maupun non-alam. Untuk itu penting bagi kita untuk siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda,” ujar Gubernur Iqbal.

BACA JUGA :  Pangkoarmada III Sambut Kedatangan Danrem 181/PVT di Bandara DEO, Sorong

Dalam arahannya, Gubernur NTB menekankan perlunya memperkuat sistem peringatan dini. Sistem yang efektif dan responsif diperlukan agar informasi kondisi lapangan dapat segera diterima pimpinan sehingga tindakan cepat dapat diambil.

“Penting bagi kita untuk terus meningkatkan sistem peringatan dini yang efektif dan responsif sehingga informasi yang terjadi di lapangan bisa sampai ke pimpinan tinggi dalam waktu yang cepat”, tuturnya.

Gubernur Iqbal menjelaskan kemampuan petugas, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat harus terus ditingkatkan.

“Simulasi bencana harus rutin dilaksanakan agar kesiapan di lapangan benar-benar teruji,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Iqbal menyoroti pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, komunitas, hingga dunia usaha. Sinergi dinilai krusial untuk membangun respons cepat dan efektif dalam penanganan bencana.

BACA JUGA :  Kejuaraan Catur Open Nasional Percasi Kendal Cup ke-3 Resmi Dibuka

“Koordinasi dan kolaborasi semua pihak. Kita semua harus mampu memperkuat komunikasi baik dari pemerintah daerah, instansi vertikal, komunitas hingga dunia usaha,” tandasnya.

Diuraikannya, mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam penyebaran informasi bencana dan koordinasi antarpihak. Petugas harus mampu menyampaikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat melalui berbagai sarana digital demi keselamatan masyarakat.

“Mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan informasi bencana dan koordinasi antarpihak,” jelasnya.

Ditekankannya, masyarakat menjadi subyek aktif dalam upaya penanggulangan bencana, bukan obyek. Untuk itu, edukasi, pelibatan komunitas, serta penguatan kesiapsiagaan rumah tangga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi.

“Masyarakat harus menjadi subyek bukan hanya objek dalam upaya penanggulangan bencana,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ketika Antusias dan Senyum Ceria Warga Pos Udara Satgas Yonif R 142/KJ

Selain menekankan pentingnya kesiapan logistik dan infrastruktur pendukung, terutama saat terjadi kondisi darurat. Bencana tak dapat diprediksi. Namun dengan persiapan yang matang, koordinasi yang solid, serta semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang tinggi, dampak negatifnya dapat diminimalisir.

“Dengan persiapan yang matang koordinasi yang solid serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi, saya yakin bisa meminimalisir dampak negatif yang akan terjadi,” imbuhnya.

Apel siaga pasukan menjadi momentum bagi seluruh elemen di NTB, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometereologi. Pemprov NTB berkomitmen untuk menjaga keselamatan masyarakat, melalui mitigasi yang terencana dan terintegrasi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *