Berita  

Kapolda NTB Gandeng FKUB dan Ojol Gelar Doa Lintas Agama untuk Negeri

Mataram-NTB, Barometer99.com-  Suasana penuh khidmat terasa di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Ahad (31/8/2025) pagi. Kapolda NTB, Irjen Pol. Hadi Gunawan, bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB, tokoh lintas agama, para pengemudi ojek online (ojol), hingga puluhan anak yatim berkumpul dalam doa bersama lintas agama untuk keamanan negeri.

Acara yang dimulai pukul 09.00 Wita itu juga dihadiri Wakapolda NTB, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) Polda, Ketua FKUB NTB Dr. TGH. Muhammad Subki Sasaki, serta para pemuka agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, hingga Konghucu. Kebersamaan itu menghadirkan pemandangan yang jarang terjadi, semua tokoh lintas iman duduk berdampingan, melantunkan doa dengan penuh keikhlasan demi keselamatan bangsa.

Dalam keterangannya, Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan menegaskan jika doa lintas agama tersebut, sebagai simbol persatuan masyarakat NTB yang tetap menjaga harmoni di tengah keberagaman.

BACA JUGA :  Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M. Tr (Han) Apresiasi Satgas Yonif 123/Rajawali di Medan Tugas

“Keamanan dan kedamaian negeri ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan doa dan kebersamaan, kita berharap NTB dan Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Tak hanya tokoh agama, doa bersama ini juga melibatkan para driver ojek online, yang tergabung dalam Persatuan Driver Online (PDO) NTB. Mereka ikut duduk bersama dengan anak-anak yatim, menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat.

BACA JUGA :  Polres Sorong Kota Dan Polres Manokwari Naik Tipe Menjadi Polresta

Menurut Kapolda, pelibatan driver online dan anak yatim bukan tanpa alasan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan negeri bukan hanya urusan aparat atau tokoh agama, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dari ojol, anak-anak yatim, hingga tokoh lintas agama—semua punya peran,” tandasnya.

Ketua FKUB NTB, Dr. TGH. Muhammad Subki Sasaki, juga mengapresiasi langkah Kapolda yang merangkul semua pihak. Ia menegaskan, doa lintas agama seperti itu mampu mempererat persaudaraan dan mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Kasdam XII/Tpr Pimpin Rapat Evaluasi Operasi Pamtas RI-Malaysia

Acara ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan pengemudi ojol yang hadir, sebagai bentuk kepedulian dan wujud nyata dari nilai kebersamaan.

Doa lintas agama di Bhara Daksa tersebut menjadi penegasan jika di NTB, perbedaan bukanlah penghalang untuk tetap menjaga persatuan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *